DetikNews
Rabu 15 Mei 2019, 14:22 WIB

BPN Tetap Yakin Prabowo Menang 62%

Elza Astari Retaduari - detikNews
BPN Tetap Yakin Prabowo Menang 62% Mustofa Nahrawardaya (Zunita Amalia Putri/detikcom)
Jakarta - Perubahan perolehan suara klaim kemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dari 62% menjadi 54,24% jadi sorotan. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga mengklaim hasil akhir real count pihaknya tidak akan jauh berbeda dari pernyataan awal eks Danjen Kopassus itu di kisaran 62%.

"Ini kan baru 50 berapa persen. Itu baru separuh, artinya yang dilaporkan 62 saat itu snapshot ya tanggal 17 April. Sekarang itu baru 54,91% dari 810.329 TPS atau 444.976 TPS, yang kemarin kita laporkan ya," ujar anggota Direktorat Relawan BPN Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya, saat dimintai konfirmasi, Rabu (15/5/2019).

Klaim awal kemenangan pada 17 April lalu, Prabowo mengatakan menang 62% dari petahana Jokowi. Ia menyebut hasil akhirnya tidak akan berubah banyak menurut ahli-ahli statistik di pihaknya. Menurut Mustofa, hasil 62% yang dinyatakan Prabowo itu diterima dari SMS para saksi.

"Yang dimaksud 62% itu dari SMS hari pertama," tuturnya.


Kemudian kubu Prabowo-Sandi baru saja merilis hasil hitung suara internalnya. Pasangan nomor urut 02 itu mengklaim menang 54,24%. Data tersebut baru dari 444.976 TPS (54,91%).

"Kan kalau kita hitungnya riil pakai C1 kan, yang masuk itu yang dihitung. Sedangkan di KPU itu yang saya laporkan ke Bawaslu tanggal 3 Mei, angka yang masuk melalui situng yang kita lihat itu, diatur sedemikian rupa sehingga untuk angka Prabowo itu jadi lambat, kalau Pak Jokowi dihitung cepat," kata Mustofa.

Ia menegaskan Prabowo-Sandi pada akhirnya akan menang di angka yang tidak jauh dari klaim awal, yakni 62%. Mustofa lalu membandingkan penghitungan internal Prabowo-Sandi dengan Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU.

"Tidak akan jauh akhirnya nanti. Maka ini di statistik kita masukan suara tidak pilih-pilih. Mana yang menang dulu, mana yang kalah dulu. Tidak kayak di Situng. Langsung mana yang masuk, kita masukkan ke sistem tabulasi nasional kita. Tidak perlu yang menang Prabowo dulu mana supaya memberi harapan, nggak gitu. Nanti itu 62%. Sekarang 50 berapa persen, nanti mendekati itu juga," tegas relawan IT Prabowo-Sandi tersebut.

Mustofa lalu mengkritik hitung cepat atau quick count (QC) yang dilakukan sejumlah lembaga survei. Ia mempersoalkan QC yang menempatkan Prabowo-Sandi di posisi kedua.

"Kita terbiasa lihat QC lembaga survei. Patokan angka yang tidak pernah berubah antara 44 persen sampai 50 berapa persen itu. Kalau kita terbiasa melihat itu lalu kita melihat real count tentu akan kaget," ucap Mustofa.


Dia pun menuding hasil dari hitung cepat yang mayoritas memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin tidak masuk akal. Mustofa mempersoalkan metode hitung cepat karena bukan berdasarkan 100 persen data TPS.

"Karena tidak mungkin pemasukan suara yang tidak 100 persen kemudian mematok angka hasil. Quick count mau tanggal 17 April sampai 22 Mei sekalipun, angkanya akan begitu-begitu saja. Padahal secara logika akal sehat, tidak mungkin angka itu terpatok pada angka 44-56 persen katakanlah, tidak pernah berubah," bebernya.

Mustofa sekali lagi menegaskan pernyataan Prabowo soal 62% kemenangan baru berdasarkan SMS dari para saksi di 300 ribu TPS. Namun ia menegaskan hasil real count nantinya Prabowo-Sandi akan tetap menang di kisaran angka itu.

"Kalau pertama kali Pak Prabowo mengumumkan 62% itu kan berdasarkan suara yang masuk saat itu. Bukan sekarang. Saat itu, hari pertama kan tanggal 17 April. Itu kan ada quick count," sebut Mustofa.

Seperti diketahui, Prabowo pada awal mengklaim menang 62% dari pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Itu disampaikan Ketum Gerindra tersebut saat berpidato di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019). Saat itu Prabowo mengklaim menang dan melanjutkannya dengan sujud syukur.

"Saya mau kasih update bahwa berdasarkan real count kita, kita sudah berada di posisi 62%. Ini adalah hasil real count. Dalam posisi lebih dari 300 ribu TPS. Sudah diyakinkan ahli-ahli statistik bahwa ini tidak akan berubah banyak," ujar Prabowo.

Terbaru, BPN Prabowo-Sandiaga mengungkap data perolehan suara mereka berdasarkan penghitungan C1. Hasilnya, Prabowo-Sandiaga mengungguli Jokowi-Ma'ruf.

Perolehan suara versi hitung C1 BPN itu diungkapkan Prof Dr Laode Masihu Kamaluddin dalam simposium Prabowo-Sandi di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (14/5). Data tersebut merupakan hasil penghitungan C1 dari 444.976 TPS (54,91%) per 14 Mei pukul 12.28 WIB.

Total TPS di Pemilu 2019 sebanyak 810.329 TPS. Hasilnya, Jokowi-Ma'ruf meraup 44,14%, sedangkan Prabowo-Sandi 54,24%. Sementara itu, dalam diagram tersebut terdapat data suara tidak sah sebesar 1,62%. Perolehan suara itu berdasarkan hitung data C1 BPN dan bersifat sementara karena data masuknya baru 54,91%.

Sementara itu, berdasarkan Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU per pukul 13.32 WIB, Rabu (15/5), Jokowi-Ma'ruf unggul dari Prabowo-Sandiaga. Data yang masuk sudah 82,83% atau 673.740 dari 813.350 TPS. Berikut ini rinciannya:

01. Jokowi-Ma'ruf Amin 56,22% (71.335.915 suara)
02. Prabowo-Sandiaga Uno 43,78% (55.546.846 suara)



BPN Klaim Prabowo-Sandi Menang 54 Persen!:

[Gambas:Video 20detik]


(elz/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed