detikNews
Selasa 14 Mei 2019, 11:16 WIB

Waspadai Cacar Monyet, Dinkes DKI Sosialisasi Penanganan di Puskesmas

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Waspadai Cacar Monyet, Dinkes DKI Sosialisasi Penanganan di Puskesmas Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta melakukan langkah antisipasi mencegah virus monkeypox (cacar monyet). Dinkes DKI Jakarta telah melakukan sosialisasi cara menangani pasien yang terindikasi terkena virus tersebut di setiap puskesmas dan rumah sakit.

"Sejauh ini kami memberikan info ke semua rumah sakit yang RSUD kami dan puskesmas. Edukasinya seperti pencegahannya itu siap-siap. Karena ada kemungkinan mobilitas penduduk kita tinggi sehingga kita waspada," kata Kepala Dinkes DKI Jakarta Widyastuti di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).


Widyastuti memastikan jajarannya sudah siap bila menerima pasien yang terkena cacar monyet. Dia memastikan hingga saat ini belum ada kasus cacar monyet di Jakarta.

"Nggak ada kasus," sebut Widyastuti.


Selain Jakarta, langkah antisipasi dilakukan oleh Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau. Antisipasi ini dilakukan setelah otoritas Singapura mengumumkan penemuan penderita penyakit itu di negara tersebut.

"Saya sudah berbincang dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk menyiagakan alat pendeteksi panas tubuh, sebagai langkah antisipasi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusumarjadi di Batam, seperti dilansir Antara, Minggu (12/4).


Cacar monyet untuk pertama kalinya ditemukan di Singapura. Virus itu ditemukan pada seorang pria Nigeria.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (12/5/2019), monkeypox atau cacar monyet adalah virus yang mirip dengan cacar yang biasa terjadi pada manusia. Virus ini sebenarnya sudah diberantas pada 1980. Virus ini tidak menyebar dengan mudah dari orang ke orang, tapi dalam kasus yang langka, virus ini dapat berakibat fatal.

Infeksi virus cacar monyet pada manusia hanya pernah dilaporkan 3 kali di luar Afrika yaitu di Amerika Serikat, Inggris, dan Israel. Demikian keterangan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit yang berbasis di AS.

Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan pasien yang terinfeksi adalah seorang warga Nigeria berusia 38 tahun yang tiba di negara tersebut pada akhir April. Saat ini, penyelidikan sedang berlangsung. Sebanyak 23 orang telah diidentifikasi sempat melakukan kontak fisik dengan pria itu.

"Meskipun risiko penyebarannya rendah, Kementerian Kesehatan mengambil tindakan pencegahan," kata kementerian.


Imbauan Kemenkes RI soal Cacar Monyet yang Gemparkan Singapura, Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]


(fdu/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed