detikNews
Jumat 10 Mei 2019, 19:02 WIB

Usia Petugas Pemilu yang Meninggal 19-76 Tahun

Tim detikcom - detikNews
Usia Petugas Pemilu yang Meninggal 19-76 Tahun Ilustrasi pemilu (Foto: dok. detikcom)
Jakarta - Ratusan petugas Pemilu 2019 meninggal seusai pemungutan suara pada 17 April 2019. Usia para petugas pemilu ini beragam, dari yang termuda berusia 19 tahun hingga tertua 76 tahun.

detikcom memperoleh data anggota PPK, PPS, dan KPPS yang meninggal dari KPU per 8 Mei 2019 pukul 16.00 WIB. Per tanggal tersebut, jumlah petugas pemilu yang meninggal sebanyak 468 orang.

Data tersebut kemudian ditampilkan per provinsi dengan rincian nama, jenis kelamin, usia, jabatan, pekerjaan, tanggal kejadian, waktu kejadian, tempat kejadian, hingga kronologi kejadian. Tetapi tidak semua data itu dilengkapi. Ada beberapa petugas pemilu yang tidak ditulis usia maupun jenis kelaminnya.


Dari data yang ada, detikcom menghitung rata-rata usia petugas pemilu yang meninggal per provinsi dengan Microsoft Excel. Data-data usia per provinsi kemudian dihitung rata-ratanya lagi sehingga secara nasional, rata-rata usia petugas pemilu meninggal adalah 43 tahun.

Usia mendiang petugas pemilu termuda adalah 19 tahun. Ada dua petugas pemilu berusia 19 tahun yang meninggal, yaitu di Kalimantan Barat dan di Nusa Tenggara Barat. Petugas pemilu berusia 19 tahun di Kalbar meninggal setelah mengeluh sakit perut, yang kemudian dibawa ke puskesmas. Dia lalu didiagnosis terkena serangan jantung dan mengidap TBC. Setelah dirujuk ke RS dan mendapat tindakan medis, petugas pemilu itu meninggal. Sementara itu, petugas pemilu berusia 19 tahun di NTB meninggal dunia akibat kelelahan.

Usia mendiang petugas pemilu tertua adalah 76 tahun. Disebutkan ia jatuh sakit seusai pemungutan suara. Sempat menjalani rawat jalan, petugas pemilu itu kemudian meninggal.



Terkait meninggalnya ratusan petugas KPPS ini, sejumlah pihak mendesak agar jenazah mereka diautopsi. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah juga mengusulkan pembentukan tim investigasi. Di sisi lain, KPU menegaskan sudah melakukan audit medis.

"Kami melakukan audit medis terhadap rekan-rekan kami yang meninggal," ujar komisioner KPU Viryan Aziz di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2019).

KPU beri santunan petugas KPPS / KPU memberikan santunan kepada keluarga petugas KPPS yang meninggal. (Dwi Andayani/detikcom)


Viryan menyebut dinas kesehatan sudah melakukan pendampingan terhadap petugas di tingkat kecamatan. Menurutnya, audit medis yang dilakukan cukup untuk mengetahui penyebab KPPS meninggal dunia.

"Sudah ada juga selain dukungan kesehatan saat rekap kecamatan, sudah mulai berjalan proses audit medis," kata Viryan.

"Jadi lewat jajaran Kemenkes di RS di layanan kesehatan, sudah bisa juga mendapatkan informasi sebab-sebab dari jajaran kami yang meninggal dunia," sambungnya.


Simak Juga "Menkes Ungkap Penyebab Kematian Ratusan Petugas KPPS":

[Gambas:Video 20detik]


(imk/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed