detikNews
Jumat 10 Mei 2019, 17:13 WIB

AS Kecam Pertemuan DK PBB Soal Israel, RI Tegaskan Dukung Palestina

Zakia Liland Fajriani - detikNews
AS Kecam Pertemuan DK PBB Soal Israel, RI Tegaskan Dukung Palestina Foto: Menlu Retno di Forum PBB, menggalang penolakan terhadap permukiman Israel di Palestina. (Dok Kemlu)
Jakarta - Utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Timur Tengah, Jason Greenblatt, mengecam pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB soal permukiman ilegal Israel yang dipimpin oleh Indonesia. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan kembali tujuan pertemuan itu.

"Pelaksanaan pertemuan mengenai Palestina adalah bentuk dukungan Indonesia sebagai anggota DK PBB untuk perjuangan Palestina," kata Juru Bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir, saat dihubungi, Jumat (10/5/2019).



Pertemuan DK PBB yang dikecam utusan Trump merupakan forum pertemuan informal dalam format Arria Formula dengan tema 'Permukiman dan Pemukim Ilegal Israel: Inti dari Pendudukan, Krisis, Perlindungan, dan Penghalang terhadap Perdamaian'. Forum yang digelar pada Kamis (9/5) waktu setempat itu diselenggarakan Indonesia, Kuwait, dan Afrika Selatan.

"Setiap pelaksanaan pertemuan Arria Formula perlu mendapatkan persetujuan dan dukungan anggota DK PBB, termasuk isu yang akan dibahas. Yang disampaikan AS pada pertemuan kemarin adalah posisi yang selama ini dipegang terkait isu Palestina dan dukungannya kepada Israel," ungkapnya.



Sebelumnya diberitakan, Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi mengajak dunia internasional untuk mendukung penghentian pembangunan permukiman ilegal milik Israel di Palestina dalam pertemuan itu. Retno menjelaskan, permukiman ilegal Israel di kawasan Palestina itu terus bertambah jumlahnya. Pada 1993, jumlahnya sekitar 110 ribu. Pada 2017, jumlahnya menjadi 620 ribu. Ini menghalangi perdamaian Palestina-Israel. Pembangunan permukiman ilegal Israel itu dinyatakan Retno sebagai sumber berbagai pelanggaran hukum dan hak asasi manusia terhadap rakyat Palestina.

"Terus berlangsungnya pembangunan permukiman ilegal oleh Israel di wilayah pendudukan Palestina tidak dapat diterima," kata Retno di hadapan anggota Dewan Keamanan PBB di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat.

Tetapi, pertemuan yang dipimpin Retno ini dikritik oleh Utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Timur Tengah, Jason Greenblatt. Greenblatt menganggap Dewan Keamanan PBB karena 'mengulangi pembicaraan yang melelahkan" dengan mengkritik permukiman Israel.



Greenblatt membantah anggapan bahwa perluasan permukiman Yahudi merupakan penghalang perdamaian Israel-Palestina dan ilegal berdasarkan hukum internasional.

"Mari kita semua berhenti berpura-pura bahwa permukiman adalah apa yang selama ini mengganjal proses perdamaian yang sedang dinegosiasikan," kata Greenblatt dalam pertemuan tersebut seperti dilansir dari kantor berita AFP, Jumat (10/5/2019). "Fokus lelucon dan obsesif pada satu aspek dari konflik rumit ini tidak membantu siapa pun," imbuhnya.
(imk/bar)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com