detikNews
Jumat 10 Mei 2019, 13:05 WIB

Geng Motor Konvoi Bawa Celurit di Jaksel, Polisi Tingkatkan Patroli

Farih Maulana - detikNews
Geng Motor Konvoi Bawa Celurit di Jaksel, Polisi Tingkatkan Patroli Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta - Sekelompok geng motor berkonvoi sambil membawa senjata tajam di Manggarai, Setiabudi, Jaksel, tadi malam. Polisi akan meningkatkan patroli untuk mencegah kegiatan geng motor yang meresahkan warga.

Wilayah Manggarai, Setiabudi, merupakan salah satu lokasi rawan tawuran. Kapolres Metro Jaksel Kombes Indra Jafar mengaku pihaknya kerap melakukan patroli untuk mengantisipasi geng motor atau tawuran.

"Wilayah ini akan kita perkuat (pengamanan)," kata Kombes Indra kepada wartawan, Jumat (10/5/2019).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib mengatakan patroli sudah dilakukan, hanya pelaku sering 'kucing-kucingan' dengan polisi.

"Kucing-kucingan, tetapi kita tingkatkan patroli," ucap Andi.



Sebelumnya, viral video yang menunjukkan gerombolan anak muda berboncengan mengendarai motor di underpass. Lokasi itu disebut-sebut di underpass dari Dukuh Atas ke Manggarai.

Dari video itu terlihat seorang pemuda yang membonceng membawa senjata tajam, seperti celurit dan pedang. Mereka juga tidak mengenakan helm.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga ikut angkat bicara soal aksi geng motor ini. Dia meminta polisi menindak pelaku yang meresahkan warga.

"Kita bekerja sama dengan aparat kepolisian, nanti yang akan melakukan penindakan-penindakan apabila menyangkut pelanggaran-pelanggaran pidana," kata Anies di gedung PKK Melati Jaya, Jalan Kebagusan Raya Nomor 42, Jakarta Selatan, Jumat (10/5).

Langkah itu, disebut Anies, sebagai upaya untuk menghentikan kegiatan tersebut. Sebab, menurutnya, apabila hanya dengan penegakan aturan, kejadian serupa akan terulang.

"Kalau hanya penegakan aturan saja, jadinya kucing-kucingan terus, kalau tidak ada usaha untuk menghentikannya. Jadi untuk para orang tua pastikan sahur di rumah atau di lingkungan dan justru jangan di massa seperti itu," tuturnya.


(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com