detikNews
Rabu 08 Mei 2019, 16:48 WIB

PSI Kritik Hendropriyono soal Peringatan ke WNI Keturunan Arab

Elza Astari Retaduari - detikNews
PSI Kritik Hendropriyono soal Peringatan ke WNI Keturunan Arab Azmi Abubakar (kiri) (Dok. PSI)
Jakarta - Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono mengingatkan sejumlah WNI keturunan Arab agar tidak menjadi provokator. PSI menilai pernyataan tersebut kurang bijaksana.

"Pernyataan Hendropriyono menurut saya kurang lah bijak. Saatnya kita sebagai sesama anak bangsa adil dan arif dalam mengeluarkan pendapat, tak lagi membawa-bawa latar belakang etnis seseorang," ungkap juru bicara PSI Azmi Abubakar kepada wartawan, Rabu (8/5/2019).

Dalam pernyataannya, Hendropriyono menyebut beberapa nama tokoh, seperti Habib Rizieq Syihab dan Yusuf Martak. Jika ingin menyoroti sepak terjang tokoh-tokoh tertentu, menurut Azmi, tak usah membawa-bawa latar belakang orang tersebut.

"Cukuplah hanya dengan menyebut namanya, sebagai anak bangsa atau warga negara Indonesia, tanpa embel-embel lain," tuturnya.


"Sebagai anak bangsa, yang dengan segala keterbatasan, sedang berupaya untuk mengambil bagian dalam membongkar stigma terhadap etnis Tionghoa, saya berharap agar ungkapan seperti ini tidak keluar, apalagi dari seorang bekas pejabat publik, terutama yang menangani soal keamanan," lanjut Azmi.

PSI pun mengingatkan bahwa sejatinya setiap warga Indonesia adalah setara. Azmi yang merupakan pendiri Museum Pustaka Peranakan Tionghoa itu mengatakan asal atau etnis seseorang tidak menjadi dasar terhadap perilaku seseorang.

"Bukankah, kita sebangsa setanah air dan setara. Kita mesti proporsional. Orang jahat ada di mana-mana. Nggak perlu bilang (orang) Jawa jahat. (Orang) China jahat atau (orang) Minang jahat kan? Jahat ya jahat aja," ucapnya.

Azmi berharap setiap tokoh bisa bijaksana saat mengeluarkan statement.

"Yang penting nggak perlu dikaitkan dengan etnis dan agama orang," sebut Azmi.


Sebelumnya, Hendropriyono mengingatkan sejumlah WNI keturunan Arab tidak menjadi provokator. Hendropriyono tak mau seruan makar itu meluas.

"Saya peringatkan Rizieq, Yusuf Martak, dan orang-orang yang meneriakkan revolusi kan sudah banyak. Itu inkonstitusional, merusak disiplin dan tata tertib sosial, jangan seperti itu," kata Hendropriyono kepada wartawan, Selasa (7/5/2019).

Hendropriyono memandang banyak warga keturunan Arab yang sangat dihormati di masyarakat. Karena itu, dia merasa perlu memperingatkan sebagian warga keturunan Arab untuk tidak memprovokasi revolusi sampai turun ke jalan.

"Kalau kenyataan di masyarakat kita itu sangat menghormati orang-orang Arab, mereka kan juga warga negara Indonesia. Kalau di kampung-kampung kita masih bisa lihat orang Arab datang ke kampung-kampung pada cium tangan. Berarti posisinya mereka kan berada pada tempat yang dimuliakan, mereka kemudian langsung atau tidak langsung terakui sebagai pemimpin informal, informal leader," kata Hendropriyono.

Dengan posisi yang mulia seperti itu, Hendro mengimbau para warga keturunan Arab supaya mengayomi masyarakat. "Jangan malah memprovokasi revolusi, memprovokasi untuk turun melakukan gerakan politik jalanan. itu inkonstitusional," ingatnya lagi.

Seruan Hendropriyono pun menjadi kontroversi. Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyatakan akan melaporkan eks Ketum PKPI itu karena dianggap rasis.


Hendropriyono soal WNI Keturunan Arab, HNW: Tak Paham Sejarah:

[Gambas:Video 20detik]


(elz/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed