detikNews
Senin 06 Mei 2019, 10:27 WIB

Kasus Bowo Sidik, Dirut PT Pupuk Indonesia Dipanggil KPK

Haris Fadhil - detikNews
Kasus Bowo Sidik, Dirut PT Pupuk Indonesia Dipanggil KPK Ilustrasi KPK (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Penyidik KPK memanggil Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) Aas Asikin Idat. Dia dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan suap yang menjerat anggota DPR Bowo Sidik Pangarso.

"Dipanggil sebagai saksi," ucap Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati kepada wartawan, Senin (6/5/2019).

Selain Aas Asikin, ada sejumlah saksi lain yang dipanggil yaitu Direktur Pemasaran PT PIHC atas nama Ahmad Tosin dan Komisaris PT Inersia Ampak Engineering bernama Sudiarmanto.

Seluruh saksi itu dipanggil untuk tersangka Asty Winasti yang merupakan Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK). PT HTK memberikan suap ke Bowo untuk kembali mendapatkan kerja sama dengan anak usaha PT PIHC yaitu PT Pupuk Indonesia Logistik atau Pilog dalam hal distribusi pupuk.




Asty diduga memberikan uang ke Bowo melalui Indung yang disebut sebagai orang kepercayaan Bowo. Baik Bowo, Indung, maupun Asty sudah menjadi tersangka dalam kasus ini.

KPK menduga Bowo sudah menerima Rp 1,6 miliar dari Asty dalam 7 kali pemberian. Jumlah itu terdiri dari Rp 221 juta dan USD 85.130 dalam 6 pemberian dan Rp 89,4 juta sebagai pemberian ketujuh pada saat operasi tangkap tangan (OTT).

Selain itu, Bowo diduga menerima gratifikasi yang totalnya Rp 6,5 miliar. Sumber pemberi gratifikasi itu ditelusuri KPK, salah satunya melalui berbagai penggeledahan mulai dari kantor dan kediaman Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dan ruang kerja anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat M Nasir.


Saksikan juga video 'Bowo Mau Ubah BAP Terkait Mendag, KPK: Masih Ada Bukti Lain':

[Gambas:Video 20detik]














































(haf/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed