detikNews
2019/05/03 06:05:25 WIB

Round-up

Kelompok Vandal 'Huruf A' Diburu Aparat Negara

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kelompok Vandal Huruf A Diburu Aparat Negara Polisi tangkap remaja yang susupi may day di bandung. (Foto: Mukhlis Dinillah)
Jakarta - Kelompok berbaju hitam-hitam 'anarcho-syndicalism' bikin ulah di aksi buruh May day 2019 di sejumlah daerah Indonesia. Kelompok berbaju hitam-hitam itu melakukan vandalisme. Aparat negara turun tangan memburu.

Kelompok vandal 'Huruf A' ini menyusup di tengah aksi buruh, Rabu (1/5/2019) di Bandung, Jakarta, hingga Makassar. Vandalisme yang dilakukan mulai dari corat-coret tembok hingga merusak pagar Halte TransJakarta Tosari, Jakarta Pusat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya masih mendalami apakah pergerakan kelompok vandalisme di Jakarta berkaitan dengan kelompok serupa di kota-kota lain.

"Sudah diselidiki apakah ada kaitan dengan (di) kota-kota besar lainnya atau bahkan ada kaitan dengan jaringan internasional," jelas Kombes Argo kepada detikcom, Kamis (2/5/2019).



Argo juga mengatakan, Polda Metro Jaya membentuk tim khusus untuk memburu kelompok 'anarcho-syndicalism'. Tim khusus itu dibentuk untuk menyelidiki aksi perusakan pagar Halte TransJakarta.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sudah memanggil Kabareskrim Komjen Idham Azis terkait kemunculan kelompok berbaju hitam-hitam 'anarcho syndicalism'. Moeldoko meminta Polri mengusut aktor intelektual anarcho syndicalism.

"Kabareskrim saya undang ke kantor untuk mendalami apa itu Anarcho. Mereka sudah eksis kurang lebih 3 tahun lalu. Sudah sering melakukan pelanggaran vandalisme. Saya sudah perintahkan untuk mendalami, kita ingin tahu siapa otak di balik itu semua dan apa tujuannya. Namanya mengerikan, Anarcho, anarkis," ujar Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019).



Moeldoko menduga sekelompok ini melakukan aksi terstruktur. Dia juga menyebut saat ini Polri sudah mengusut munculnya anarcho syndicalism. Barang bukti pelaku sudah disita.

"Iya, sepertinya begitu. Saya harus mengenali lebih jauh. Kalau ada upaya tertentu dari pihak tertentu ingin memaksakan niat tertentu, dalam sebuah event tertentu, maka ini bisa juga menjadi amunisi bagi mereka," katanya.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed