detikNews
Rabu 01 Mei 2019, 15:45 WIB

Prabowo Putar Rekaman Pidato Bung Tomo di Acara May Day KSPI

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Prabowo Putar Rekaman Pidato Bung Tomo di Acara May Day KSPI Prabowo saat May Day KSPI. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Capres Prabowo Subianto sempat memutar rekaman pidato Bung Tomo dalam acara May Day Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Prabowo mengaku sudah ratusan kali mengulang dan mendengarkan pidato itu di saat dia merasa ragu-ragu.

Prabowo saat itu menyampaikan pidatonya di hadapan massa buruh di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Pidatonya awalnya mengenai peringatan ataupun perjuangan hari buruh, hingga suatu waktu Prabowo menyebut banyak orang yang duduk di kursi kekuasaan di Indonesia lupa dengan sejarah Indonesia.

"Saudara-saudara, saya minta izin... ini hari buruh, saya mau ingatkan sejarah Republik Indonesia. Banyak yang duduk di jabatan kekuasaan lupa dari mana republik ini lahir. Republik lahir dari rakyat, pemuda-pemuda, dipimpin ulama-ulama, kiai-kiai dari semua suku, semua agama mereka berani melawan penjajah, mereka berani," kata Prabowo dalam sambutanya di lokasi, Rabu (1/5/2019).


Prabowo kemudian memutarkan pidato dari Bung Tomo. Ia menyebut pidato itu merupakan pidato favoritnya yang sering diputar di saat dirinya sedang merasa ragu-ragu dalam memilih keputusan.

"Setiap saya ragu-ragu, setiap saya rasa khawatir selalu saya putar pidato Bung Tomo, pidato Bung Tomo mungkin saya sudah putar 100-200 kali dan setiap saya terharu beliau katakan merdeka atau mati, lebih baik hancur daripada dijajah kembali," ungkap Prabowo.

Selanjutnya, Prabowo memutarkan rekaman pidato Bung Tomo. Prabowo meminta massa buruh merasakan lebih dalam pidato itu.


Berikut ini rekaman pidato singkat Bung Tomo yang diputar oleh Prabowo.

Saudara-saudara, rakyat jelata di seluruh Indonesia terutama saudara penduduk Kota Surabaya. Kita semua telah mengetahui hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet yang memberikan ancaman kepada kita semua.

Kita diwajibkan dalam waktu tidak ditentukan mengangkat senjata-senjata dan ruh dari tentara-tentara Jepang. Mereka minta supaya kita datang pada saat itu dengan mengangkat tangan. Mereka minta supaya kita datang dengan membawa bendera putih tanda kita menyerah kepada mereka.

Di dalam pertempuran lampau kita menunjukkan bahwa rakyat Indonesia kaya, pemuda-pemuda yang berasal dari Sulawesi, pemuda yang berasal dari Kalimantan, seluruh Sumatera, Tapanuli dan seluruh pemuda yang ada di Surabaya ini kita punya pasukan masing-masing.


Tonton video Prabowo ke Media: Gue Salut Lo Masih Berani ke Sini :

[Gambas:Video 20detik]


(sam/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed