detikNews
Rabu 01 Mei 2019, 12:48 WIB

Mamuju, Dijagokan JK Jadi Ibu Kota tapi Rawan Bencana

Danu Damarjati - detikNews
Mamuju, Dijagokan JK Jadi Ibu Kota tapi Rawan Bencana Foto ilustrasi Mamuju (basri bachtiar/d'Traveler)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengusulkan Mamuju sebagai lokasi ibu kota baru Indonesia. Namun kabupaten di Sulawesi Barat ini ternyata rawan bencana.

"Pak Wapres silakan, tadi bisik-bisik mengusulkan Mamuju," kata Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/4/2019).

Dia memilih untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta ke luar Pulau Jawa. JK mengatakan soal wacana pemindahan ibu kota harus dipikirkan secara matang. Mulai dari yang paling mudah hingga yang paling sulit harus dipersiapkan dengan baik.



"Pertama ini jangka panjang, jadi kita merencanakan tentu yang pindah pemerintah, yang lain yang pindah. Kedua memang lokasi," ungkap JK.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan dan Pembangunan (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyatakan ada sejumlah kriteria ibu kota baru. Pertama, harus di luar Jawa. Kedua, harus berada di zona Waktu Indonesia Tengah (WITa). Ketiga, harus memiliki lahan milik pemerintah yang mencukupi sehingga tak perlu lagi terlalu banyak pembebasan lahan. Keempat, bukan daerah rawan bencana.

"Bencana paling berat di Indonesia kan gempa bumi. Kalau banjir penting, tapi yang paling dahsyat kan gempa bumi. Jadi harus cari daerah yang bebas gempa," kata Bambang kepada detikcom, Senin (8/5/2017) lalu.

Potensi bencana di Mamuju

Baru saja nama Mamuju masuk dalam perbincangan soal kandidat ibu kota baru pengganti Jakarta, namun kabar bencana sudah datang. Warga Mamuju kebanjiran.

Ratusan rumah warga di Kecamatan Pangale, Mamuju Tengah, belum juga surut. Warga pun diungsikan. Banjir datang akibat luapan sungai pada Senin (29/4) lalu. Banjir semakin tinggi pada Selasa (30/4) kemarin.



Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menjelaskan bahwa Mamuju memang rentan bencana. Pertama soal banjir.

Mamuju, Dijagokan JK Jadi Ibu Kota tapi Rawan BencanaFoto: Peta Megathrust (BMKG)

"Mamuju rawan banjir, banjir bandang, longsor, puting beliung, dan gelombang pasang. Banjir pada 22 Maret 2018 lalu menyebabkan 1.089 Kepala Keluarga terdampak," kata Sutopo kepada wartawan, Rabu (1/5/2019).

Selain itu, gempa bumi juga menjadi kerawanan di Mamuju. Kawasan itu punya letak di dekat seesar aktif yang bisa menimbulkan lindu. Sutopo merinci nama-nama sesar aktif di sekitar Mamuju.

"Mamuju rawan gempa karena letaknya dikelilingi beberapa sesar aktif seperti Sesar Makassar Thrust, sesar Palukoro, sesar Matano, sesar Lawanopo, dan sesar Walanae," kata Sutopo.



Sebelumnya, Menteri Perencanaan dan Pembangunan (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyatakan ada sejumlah kriteria ibu kota baru. Pertama, harus di luar Jawa. Kedua, harus berada di zona Waktu Indonesia Tengah (WITa). Ketiga, harus memiliki lahan milik pemerintah yang mencukupi sehingga tak perlu lagi terlalu banyak pembebasan lahan. Keempat, bukan daerah rawan bencana.

"Bencana paling berat di Indonesia kan gempa bumi. Kalau banjir penting, tapi yang paling dahsyat kan gempa bumi. Jadi harus cari daerah yang bebas gempa," kata Bambang kepada detikcom, Senin (8/5/2017) lalu.


Tonton juga video Jokowi Konsultasikan Pemindahan Ibu Kota hingga ke Tokoh Masyarakat:

[Gambas:Video 20detik]


(dnu/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed