detikNews
Minggu 28 April 2019, 15:35 WIB

Budi Karya Bicara soal Rekonsiliasi: Tak Perlu Jemawa tapi Persuasif

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Budi Karya Bicara soal Rekonsiliasi: Tak Perlu Jemawa tapi Persuasif Menteri Perhubungan RI sekaligus Ketua Dewan Pembina Masyarakat Cinta Masjid (MCM) Indonesia Budi Karya Sumadi (Foto: Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Jakarta - Menteri Perhubungan RI sekaligus Ketua Dewan Pembina Masyarakat Cinta Masjid (MCM) Indonesia Budi Karya Sumadi berbicara soal hasil Pilpres 2019. Dia mengakui ada permintaan untuk melakukan rekonsiliasi karena tak ingin jemawa soal keunggulan sementara.

"Benar bahwa kita diminta untuk melakukan rekonsiliasi. Artinya, kita tidak perlu jemawa. Kita melakukan suatu persuasi. Agar ke depan kita bicara tentang Indonesia yang satu. Indonesia yang kita harapkan bisa memberikan kehidupan bagi orang banyak," ujar Budi Karya di MCM Center, di Jl Widya Candra, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (28/4/2019).


Di hadapan anggota MCM, Budi Karya menyebut perjuangan mengawal Pemilu 2019 belum selesai. Dia kemudian menceritakan alasannya 'ngotot' untuk membantu kemenangan Jokowi-Ma'ruf.

"Istri saya suka nanya, kamu kok ngotot banget sih memperjuangkan ini? Saya bilang, ini adalah suatu momen di mana Indonesia digoda oleh suatu paham yang bisa meruntuhkan Pancasila. Kita dirongrong oleh cara-cara yang yang tidak adil, sangat membuat moral-moral bangsa ini banyak yang runtuh. Oleh karenanya, kita memang mendukung Pak Jokowi-Ma'ruf Amin dalam rangka mengamankan bahwa apa-apa yang menjadi hal-hal keragaman Pancasila dan sebagainya itu berjalan dengan baik," tuturnya.


Dia berpesan kepada relawan MCM kreatif dalam kegiatan keekonomian. Apalagi pemerintah saat ini memiliki program-program yang membantu keekonomian rakyat.

"Kita harus kreatif pada kegiatan-kegiatan keekonomian. OJK punya program, BI punya program, Kementerian Keuangan punya program, Bu Menteri Keuangan punya program itu untuk pinjaman ibu-ibu. Nggak banyak cuma Rp 2 juta, paling banyak Rp 8 juta, dan mereka begitu antusias karena memang itu menghidupi umat," jelasnya.
(idn/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed