detikNews
Selasa 23 April 2019, 17:17 WIB

Kasus Narkoba, Anak Ketua DPRD Klungkung Divonis 8 Bulan Bui

Aditya Mardiastuti - detikNews
Kasus Narkoba, Anak Ketua DPRD Klungkung Divonis 8 Bulan Bui I Putu Sweta Aprilia alias To Anik (24) (Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom)
Bali - I Putu Sweta Aprilia alias To Anik (24) divonis 8 bulan bui. Putu Sweta yang diketahui merupakan anak Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru itu dinyatakan terbukti bersalah menyalahgunakan narkotika.

"Menyatakan terdakwa I Putu Sweta Aprilia terbukti secara sah dan meyakinkan menyalahgunakan narkotika golongan 1-A. Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama 8 bulan penjara," kata ketua majelis hakim Bambang Ariputra di Pengadilan Negeri Denpasar, Jl PB Sudirman, Denpasar, Bali, Selasa (23/4/2019).


Selama pembacaan vonis, Putu Sweta terus menundukkan kepala. Pria berbadan tambun itu terus menyimak pembacaan vonis oleh hakim.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyatakan Putu Sweta terbukti bersalah menyalahgunakan narkotika bagi dirinya sendiri. Adapun barang bukti seberat 0,28 gram neto sabu-sabu.

"Berdasarkan fakta-fakta bahwa Selasa (4/12/2018), bertempat di Jl Sedap Malam, Kecamatan Denpasar Timur, petugas kepolisian dilakukan penggeledahan ditemukan 1 plastik klip berisi kristal bening dengan berat neto 0,15 gram ditemukan di atas tanah. Penggeledahan di tempat tinggal terdakwa juga ditemukan barang bukti sabu 0,17 gram yang menempel di dalam sebuah kotak di dalam kamar," urai Bambang.

Dari fakta di persidangan juga diketahui barang haram itu dibeli Putu Sweta dari seseorang bernama Roby. Hakim juga menyatakan terdakwa Putu Sweta bersalah menyalahgunakan narkotika tanpa izin maupun untuk kepentingan medis.

"Bahwa terdakwa menggunakan obat tersebut bukan untuk medis, tapi mengurangi rasa lemas. Narkotika golongan 1 sangat dilarang, dalam jumlah yang sangat terbatas bahwa berdasarkan fakta-fakta telah terbukti tanpa izin telah menggunakan menyalahgunakan narkotika," papar Bambang.


Majelis hakim menyatakan tak ada unsur pemaaf atau pembenar dari perbuatan terdakwa. Unsur yang memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan narkoba.

"Hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan, terdakwa mengatakan menyesal atas perbuatannya," ujar Bambang.

Barang bukti plastik klip bening berisi sabut dengan berat 0,15 gram dan plastik bening berisi sabu dengan berat 0,17 gram, satu potongan tembakau dan ponsel merek Oppo disita untuk dimusnahkan. Atas perbuatannya, Putu Sweta dinyatakan melanggar pasal 127 ayat 1-a UU Narkotika.
(ams/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com