DetikNews
Jumat 19 April 2019, 19:24 WIB

Serukan Rekonsiliasi Pasca-pemilu, LPOI: Tunjukkan Kita Bisa Berdemokrasi

Zakia Liland Fajriani - detikNews
Serukan Rekonsiliasi Pasca-pemilu, LPOI: Tunjukkan Kita Bisa Berdemokrasi Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menyerukan rekonsiliasi seusai pemungutan suara Pilpres 2019. (Zakia Liland/detikcom)
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Jakarta - Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menyeru seluruh komponen bangsa melakukan rekonsiliasi pasca-pemungutan suara Pemilu 2019. LPOI berharap semua orang bisa menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia bisa berdemokrasi dengan baik.

"LPOI, Lembaga Persahabatan Ormas Islam, mengajak kepada seluruh warga bangsa Indonesia terutama umat Islam agar mampu menunjukkan kepada dunia internasional, kami bisa berdemokrasi, kami sukses berdemokrasi. Karena Islam tidak bertentangan dengan demokrasi, demokrasi tidak bertentangan dengan Islam, bahkan saling memperkuat," kata Ketua Umum LPOI, KH Said Aqil Siroj, Jumat (19/4/2019).


Hal tersebut disampaikan Said Aqil dalam jumpa pers di kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat. Said mengatakan Islam bisa kuat karena sistem demokrasi. Demikian juga demokrasi bisa punya roh atau spirit bila diisi dengan nilai-nilai Islam.

Said menepis pendapat yang menyatakan demokrasi bertentangan dengan Islam. Dia berharap tak ada pemahaman dangkal atau tekstual dalam memahami demokrasi.

"Hendaklah kamu sekalian bermusyawarah dalam berbagai hal, itu dasar orang Islam membangun demokrasi di negeri ini. Jangan sampai ada pemahaman yang sangat dangkal, pemahaman yang sangat tekstual bahwa demokrasi itu bertentangan dengan Islam karena tidak ada zaman nabi, zaman Khulafaur Rasyidin," ujar Said.


"Demokrasi ada sejak zaman nabi dan Khulafaur Rasyidin cuma caranya beda, formulanya beda, prosedurnya beda. Tapi pada hakikatnya demokrasi disinggung dengan Alquran dan dijalankan oleh Nabi Muhammad, para sahabat Khulafaur Rasyidin selalu bermusyawarah, selalu mengambil suara terbanyak dan itu sudah berjalan sejak 15 abad yang lalu," sambung Ketum PBNU ini.

LPOI merespons Pemilu 2019 ini demi merawat martabat dan harga diri bangsa yang mayoritas umat Islam. LPOI juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilu 2019.

Selain PBNU, konferensi pers ini diikuti Syarikat Islam Indonesia (SII), Persatuan Islam (Persis), Alirsyad Alislamiyyah, Mathla'ul Anwar AI Ittihadiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), lkatan DAI Indonesia (IKADI), Az-Zikra, Al Washliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Persatuan Umat Islam (PUI), dan Himpunan Bina Mualaf.


Berikut ini isi respons LPOI terkait Pemilu 2019:

Kita memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh warga negara, kontestan pemilu, petugas penyelenggara KPU, Bawaslu, DKPP, aparat keamanan TNI-POLRI yang saling bersinergi dalam sukseskan jalannya pemilihan umum. Pemilu ini sebagai bukti nyata bahwa bangsa Indonesia tetap komitmen menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI. Sebagai wujud kesepakatan nasional atas dasar tersebut PBNU dan ormas Islam menyerukan:

1. Mari kita bersabar untuk menunggu hasil rekapitulasi perhitungan perolehan suara pemilu yang dilakukan oleh KPU sebagai satu-satunya lembaga yang diberi kewenangan oleh perundang-undangan yang berlaku.

2. Hendaknya kita menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum apalagi bersikap inkonstitusional.


3. Apabila merasa keberatan terhadap hasil pemilu maka menggunakan saluran yang disediakan konstitusi dalam penyelesaiannya. Itu ada Mahkamah Konsitusi dan lain-lain.

4. Mengajak seluruh komponen bangsa segera melakukan rekonsiliasi pasca pemungutan suara Pemilu 2019 terutama kepada para ulama, para kiai, tokoh agama, para asatidz dimanapun mari kita lakukan upaya-upaya rekonsiliasi secepat mungkin agar kita bangsa Indonesia kembali jadi tenang, penuh dengan persaudaraan ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah islamiyah.

5. Mengajak seluruh umat Islam memperbanyak doa, zikir, selawat agar bangsa Indonesia mendapat berkah dari Allah subhanahu wa ta'ala.


Simak Juga 'Membedah Proses Pemilu 2019 dari Kacamata KPU hingga Perludem':

[Gambas:Video 20detik]


(jbr/hri)
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed