DetikNews
Kamis 18 April 2019, 14:32 WIB

Ma'ruf Akan Jadwalkan Upaya Rekonsiliasi dengan Kubu Prabowo

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Maruf Akan Jadwalkan Upaya Rekonsiliasi dengan Kubu Prabowo Foto: Ma'ruf Amin. (Lisye/detikcom).
Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengatakan akan melakukan upaya rekonsiliasi dengan tokoh politik pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ia mengaku akan mengajak kubu 02 itu untuk bertemu setelah proses pada pemilihan presiden 2019 selesai.

"Pastilah (akan bertemu), setelah selesai semua, kita akan membuat agenda-agenda yang sifatnya melakukan agenda upaya rekonsiliasi," ujar Ma'ruf di kedimannya Jl. Situbondo nomor 12, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019).

Seperti diketahui pemilihan presiden menimbulkan pembagian kelompok antara pendukung calon 01 dan calon 02. Ma'ruf mengajak masyarakat untuk bersatu kembali karena proses pemilihan umum sudah selesai pada tanggal 17 April kemarin.

"Tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Kalau terlalu lama terjadi suasana tidak produktif," ujar Ma'ruf.



Cawapres 01 itu juga menghimbau kepada para pendukung masing-masing paslon, 'Cebong' dan 'Kampret' untuk melepas istilah itu. Ia menambahkan semua perselisihan sudah selesai semenjak pemungutan suara.

"Yaaa, jangan lagi bunyi lagi. Selesai sampai kemarin. Kita kubur ada 'Cebong' ada 'Kampret' kubur saja," lanjutnya.



Dikatakan Ma'ruf persatuan pasca-pilpres harus dirajut kembali. Tidak boleh ada kegaduhan antar sesama bangsa yang berimbas pada stabilitas dan pembangunan nasional.

"Jangan sampai pembelahan berlanjut. Sehingga harmonisasi hubungan antar kelompok-kelompok ini menjadi terganggu, kalau sudah terganggu itu maka pembangunan dan stabilitas akan terganggu, sehingga akan kami usahakan (rekonsiliasi)," lanjutnya.

Salah satu langkah yang akan dilakukan Ma'ruf adalah menggelar dialog kebangsaan dengan berbagai pihak. Serta terbuka atas segala kritik dan saran.

"Caranya tentu kita akan lalukan konsolidasi kebangsaan. Harus mengadakan dialog-dialog, pertemuan pertemuan untuk bisa mengerti tanpa harus menyampaikan kritik. Kritik sepanjang konstruktif boleh saja. Tapi tidak boleh ada permusuhan di antara kita sebangsa," tutupnya.
(rvk/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed