detikNews
Rabu 17 April 2019, 23:11 WIB

Analisis Charta Politika soal Hanura yang Terpental dan PPP Bisa Bertahan

Faiq Hidayat - detikNews
Analisis Charta Politika soal Hanura yang Terpental dan PPP Bisa Bertahan Charta Politik dalam menyampaikan konferensi pers di Hotel Grandhika, Jaksel (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Jakarta - Charta Politika menyebut Partai Hanura tidak lolos parlemen jika melihat hitung cepat (quick count) untuk Pileg 2019. Partai politik yang lolos parlemen hanya sembilan, tidak termasuk Hanura.

"Kalau lihat dari sisi data memang kita bisa lihat kemungkinan besar hanya ada 9 parpol yang akan lolos parlemen, dimana ambang batas 4 persen dari partai lama yang duduk di Senayan, Hanura terpental," kata Direktur Riset Charta Politika, Muslimin saat jumpa pers di Hotel Grandhika, Jalan Iskandarsyah, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).
Muslimin menyebut analisa suara Hanura tidak bisa meningkat dalam perolehan Pileg karena konflik internal dan tidak stabil memperkuat basis. Selain itu, Hanura juga tidak mempunyai basis yang loyal terhadap partai tersebut.

"Hanura belum punya pemilih loyal yang kuat, Hanura kuat di 2014 karena sosok Wiranto waktu itu, jadi bukan infrastruktur," ucap dia.
Quick count Charta Politika untuk Pileg 2019 mencatat tak ada partai baru yang menembus ambang batas parlemen 4%. Hingga pukul 21.52 WIB, data Pileg yang masuk ke quick count Charta Politika sebesar 85,2%. Berikut hasilnya:

- PDIP 19,96%
- Gerindra 12,69%
- Golkar 11,04%
- PKB 9,59%
- PKS 9,02%
- NasDem 7,86%
- Demokrat 7,85%
- PAN 6,99%
- PPP 4,66%
- Perindo 2,75%
- PSI 2,16%
- Berkarya 1,98%
- Hanura 1,68%
- PBB 1,02%
- Garuda 0,53%
- PKPI 0,27%
Suara Masuk 85,2%
Selain itu, dia menyebut hasil survei sebelumnya perolehan suara PPP sempat turun karena mantan Ketum PPP Rohamurmuziy (Rommy) terkena OTT KPK. Akan tetapi, basis pemilih PPP ternyata tidak terpengaruh kasus yang menjerat Rommy.

"PPP sempat anjlok suara akibat Rommy, tapi ternyata grass root PPP masih kuat di bawah. Ternyata pemilih tetap bertahan meski ketum kena OTT," tutur dia.
(jbr/jbr)
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com