DetikNews
Selasa 16 April 2019, 14:40 WIB

Larang Pengerahan Massa ke TPS, Polisi: Sudah Ada Petugas

Farih Maulana - detikNews
Larang Pengerahan Massa ke TPS, Polisi: Sudah Ada Petugas Foto: Lamhot Aritonang/detikcom
Jakarta - Polisi mengantisipasi adanya pengerahan massa ke tempat pemungutan suara (TPS). Polisi mengimbau warga tidak menjaga TPS karena sudah ada petugas yang melakukannya.

"Saya pikir nggak usah mikirin yang tidak-tidak, mau lakukan kegiatan berkumpul gitu. Ngapain dia nongkrong-nongkrong di TPS? Mau ngapain? Kan nggak perlu, apalagi kegiatannya mobile, mau ngapain?" jelas Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar kepada wartawan di Mapolres Jaksel, Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (16/4/2019).

Indra mengatakan polisi menjamin keamanan di TPS. Polisi akan berpatroli ke TPS untuk memastikan keamanan.

"Ada patroli gabungan disediakan TNI-Polri yang melakukan patroli secara skala sedang dan besar, sudah ada itu," ucapnya.

Berdasarkan informasi hasil intelijen, polisi memetakan sejumlah kerawanan pada saat pencoblosan. Salah satunya ada gerakan 'Rabu Putih' oleh pihak-pihak tertentu yang diduga akan mengerahkan massa ke TPS untuk 'menjaga' TPS.



"Ya mungkin dari kelompok-kelompok tertentu ini ingin starting bersama-sama dengan kelompoknya mereka dari tempat-tempat ibadah kemudian datang ke TPS ramai-ramai, dia cuma nunggu aja di sana," tuturnya.

Indra menegaskan pengerahan massa ke TPS tidak diperbolehkan karena dikhawatirkan akan mengganggu secara psikologis pemilih yang datang ke TPS.

"Sekali lagi bahwa yang datang ke sana untuk orang-orang yang memberikan haknya atau suaranya, perangkat TPS sudah ada di sana. Sehingga tidak perlu lagi orang lain yang ikut-ikutan," tuturnya.

Indra meminta warga mempercayakan pengamanan pemilu kepada petugas dan aparat yang berwajib. "Percaya pada KPU sebagai pelaksana dan kami akan mengamankan," tegas dia.

Lebih jauh, Indra sudah memetakan ada beberapa masjid yang akan dijadikan tempat kumpul massa pada saat pencoblosan nanti.

"Kalau dikira ada belasan masjidlah. Belum bisa memastikan, tapi kita update terus sampai nanti malam," lanjutnya.

Dia menegaskan polisi akan menindak bila massa tersebut mengganggu proses pencoblosan.

"Kami tidak berharap mereka akan mengganggu, tapi tetap kita antisipasi manakala mengganggu kita tindak," tandas Indra.



(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed