DetikNews
Senin 15 April 2019, 16:53 WIB

Kasus Penipuan Ketua Kadin Bali, Kepala Bappeda dan Eks Kadis Diperiksa

Aditya Mardiastuti - detikNews
Kasus Penipuan Ketua Kadin Bali, Kepala Bappeda dan Eks Kadis Diperiksa Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra (Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Denpasar - Polisi terus mengusut kasus penipuan yang melibatkan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra senilai Rp 16 miliar. 2 kepala dinas terkait dipanggil menjadi saksi.

"Saksi dari Bappeda dan Dinas Perizinan Provinsi Bali sudah diperiksa. Pertama Ida Bagus Made Parwata, jabatan kepala dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu, dan I Wayan Wiasthana Ika Putra, jabatan kepala Bapedda litbang Provinsi Bali," kata Dirkrimum Polda Bali Kombes Andi Fairan lewat pesan singkat, Senin (15/4/2019).



Saat ini Ida Bagus Made Parwata sudah pensiun dari jabatannya sebagai Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu SAtu Pintu. Andi mengatakan keduanya menyatakan tidak pernah menerbitkan rekomendasi gubernur.

"Dari kedua Instansi tersebut menyatakan bahwa tidak pernah ada diterbitkan Rekomendasi Gubernur dan Izin prinsip Gubernur Bali berkaitan dengan PT Bangun Segitiga Mas (BSM)," ujar Andi.

Kasus penipuan yang melibatkan Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra berawal pada Januari 2012. Saat itu pelapor, Sutrisno Lukito Disastro, berminat berinvestasi di pengembangan di kawasan Pelabuhan Pelindo Benoa. Sutrisno dan Alit pun membentuk PT Bangun Segitiga Mas (BSM).



Dalam kesepakatan itu, disetujui Sutrisno menyetorkan biaya operasional senilai Rp 30 miliar. Pembayaran pun sudah dilakukan dua termin dengan total Rp 16 miliar. Setelah uang itu dikeluarkan, izin tak juga keluar dari gubernur. Padahal uang Rp 16 miliar sudah dikucurkan dan sudah berjalan 6 bulan.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan Pelindo III sebenarnya. Dari Pelindo mengatakan kami itu hanya tempat diadakan pengembangan, misal reklamasi dan sebagainya, tapi proyeknya di Kementerian Perhubungan di pusat. Mereka mengatakan di tahun 2012 kami tidak ada mau kerja sama dengan pihak ketiga, kami BUMN ada dana negara sendiri. Kami berpikir mungkin saja itu proses penipuannya, seakan-akan bisa bekerja sama dengan Pelindo tapi Pelindo tidak menginginkan bekerja sama dengan pihak ketiga. Buktinya pengembangan sudah berjalan dan proses lelang sudah berjalan di Kementerian," tutur Andi.


Tonton juga video Ketua Kadin Bali Ditahan Gegara Kasus Penipuan Hingga Rp 16 M:

[Gambas:Video 20detik]


(ams/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed