DetikNews
Senin 15 April 2019, 14:53 WIB

Polisi: Anggraeni Culik Balita di Masjid Bekasi untuk Mengemis

Matius Alfons - detikNews
Polisi: Anggraeni Culik Balita di Masjid Bekasi untuk Mengemis Foto: Matius Alfons/detikcom
Jakarta - Balita ASA (3) diculik saat sedang main di masjid di kompleks Bintara 3, Bintara Jaya, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Motif pelaku, Anggraeni (55), menculik korban adalah untuk dieksploitasi sebagai pengemis.

"Dia sering nyapu-nyapu (di masjid), sering dikasih uang ya oleh jemaah lewat di situ," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Pelaku sengaja mengajak korban dengan harapan warga yang melihatnya akan iba. Dengan begitu, pelaku bisa mendapatkan uang lebih banyak.

"Dengan adanya anak kecil tadi dibawa itu semakin anak kecil ini dibawa, semakin orang iba dan memberi sedekah kepada ibu ini dengan gendong anak merasa kasihan, banyak orang beri uang di sana," katanya.

Sementara itu, pelaku mengaku membawa korban dari Masjid Al-Amin Bintara Jaya, Bekasi Barat, karena merasa kasihan. Akan tetapi, kemudian pelaku mengajaknya mengemis untuk meminta belas kasihan dari warga.

"Kalau kita tanya motifnya itu tadi, motifnya dia awalnya merasa ini anak sendirian, kemudian dia gendong, tapi dalam perjalanan waktu anak ini digunakan untuk timbulkan rasa iba dan belas kasih kepada orang yang terlihat sehingga orang beri sesuatu, dalam hal ini uang," papar Argo.

Selama dalam penguasaan pelaku, korban dibawa ke sejumlah terminal dan stasiun kereta. Selama 5 hari, korban dan pelaku tidur di masjid-masjid.

"Jadi dari keterangan perjalanan dan kemudian dari keterangan pelaku juga bahwa pelaku ini mengaku bernama A, terus kemudian sehari-hari dia sering tidur di masjid, pengakuannya ya," katanya.

Hal yang sama diungkapkan Panit 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Resa F Marasabessy. Polisi juga telah memeriksa korban terkait penculikan tersebut. Pemeriksaan dilakukan oleh tim polwan dengan pendampingan dari ibunda korban, Aprilina Lestari (20), dan neneknya, Sri Wahyuni (34).

"Kita tanya anaknya, yang nanyanya dari ibu, kakek, neneknya ditanya 'ngapain aja kemarin', terus si anak ini dengan polosnya (menggerakkan tangan) tangan suruh nadah, berarti ngemis gitu kan," jelasnya.

Korban dan pelaku bisa ditemukan Timsus Unit 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, yang dipimpin oleh Kmpol Amrudin, AKP Resa F Marasabessy, AKP Reza Pahlevi, dan Ipda Roy Rolando Andarek. Korban dan pelaku ditemukan pada Minggu (14/4) sekitar pukul 17.00 WIB di masjid di Stasiun Senen, Jakarta Pusat.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 328 KUHP dan/atau Pasal 330 KUHP dan/atau Pasal 83 jo Pasal 76F dan/atau Pasal 88 jo Pasal 76I UURI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Korban saat ini ditahan di Polda Metro Jaya.
(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed