DetikNews
Jumat 12 April 2019, 11:02 WIB

Siapa Siesa Darubinta yang Dipanggil KPK Terkait Suap Bowo Sidik?

Faiq Hidayat - detikNews
Siapa Siesa Darubinta yang Dipanggil KPK Terkait Suap Bowo Sidik? Bowo Sidik Pangarso (Ari Saputra/detikcom)
FOKUS BERITA: 'Nyanyian' Bowo Sidik
Jakarta - Seorang wanita bernama Siesa Darubinta dipanggil KPK sebagai saksi di kasus dugaan suap anggota DPR Bowo Sidik Pangarso. Siapa sebenarnya Siesa Darubinta?

KPK menyatakan Siesa berprofesi sebagai wiraswasta dan saksi yang berada di apartemen saat proses operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bowo, Rabu (27/4) malam.

"Saksi yang berada di lokasi apartemen saat itu," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (12/4/2019).



Namun, soal hubungan Bowo dengan Siesa belum dijelaskan secara detail. Dalam kronologi OTT terhadap Bowo yang disampaikan KPK, Kamis (28/4), Siesa memang disebut turut diamankan dari apartemen di kawasan Permata Hijau. Saat itu, tim KPK mengamankan Siesa sekitar pukul 20.00 WIB setelah tim juga mengamankan sopir Bowo di apartemen yang sama.

Siesa dan sopir Bowo kemudian dibawa ke gedung KPK untuk diperiksa. Bowo sendiri tak diamankan di apartemen itu. Menurut KPK, Bowo kabur saat tim dari KPK sedang berupaya masuk ke apartemen.

[Gambas:Video 20detik]



"Sulit untuk memasuki apartemen itu, kan harus punya prosedur yang banyak, sehingga makan waktu yang cukup lama. Waktu itu dimanfaatkan yang bersangkutan untuk keluar dari apartemen," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Tim KPK kemudian berhasil mengamankan Bowo pada dini hari di rumahnya. Saat itu, Bowo langsung dibawa ke gedung KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut.



Bowo kini telah ditetapkan KPK sebagai tersangka. Selain Bowo, KPK menetapkan seseorang bernama Indung dan Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti sebagai tersangka. Bowo dan Indung diduga sebagai penerima, sedangkan Asty sebagai tersangka pemberi suap.

Bowo diduga menerima suap dari Asty terkait upaya membantu PT HTK sebagai penyedia kapal pengangkut distribusi pupuk. Awalnya PT HTK memiliki kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) untuk urusan distribusi pupuk, tapi kemudian perjanjian dihentikan.

PT HTK kemudian meminta bantuan Bowo agar perjanjian itu berlanjut. Bowo pun meminta imbalan sebesar USD 2 per metrik ton.

KPK menduga Bowo sudah menerima 7 kali suap dari Asty. Uang Rp 89,4 juta yang diterima Bowo melalui Indung saat OTT diduga sebagai penerimaan ketujuh dengan 6 penerimaan sebelumnya disebut KPK sebesar Rp 221 juta dan USD 85.130 atau sekitar Rp 1,5 miliar.

Selain penerimaan uang dari PT HTK terkait distribusi pupuk itu, KPK mengatakan ada dugaan penerimaan lain yang terkait dengan jabatan Bowo sebagai anggota Komisi VI DPR sehingga total dugaan suap dan gratifikasi yang diterima Bowo berjumlah Rp 1,6 miliar dari PT HTK dan Rp 6,5 miliar dari pihak lainnya alias Rp 8 miliar.


Simak Juga "KPK Buka Peluang Panggil Nusron Wahid Terkait Kasus Bowo":

[Gambas:Video 20detik]


(haf/fjp)
FOKUS BERITA: 'Nyanyian' Bowo Sidik
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed