detikNews
Kamis 11 April 2019, 16:29 WIB

Gagal Jadi Hakim Agung, Gugatan Hakim Pengadil Kopi Sianida Ditolak

Andi Saputra - detikNews
Gagal Jadi Hakim Agung, Gugatan Hakim Pengadil Kopi Sianida Ditolak Binsar Gultom (ari/detikcom)
Jakarta - Hakim Binsar Gultom menggugat Komisi Yudisial (KY) terkait seleksi calon hakim agung. Binsar sendiri tidak lolos seleksi hakim agung untuk ketiga kalinya.

"Menyatakan gugatan penggugat tidak diterima," demikian bunyi putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta yang didapat detikcom, Kamis (11/4/2019).

Putusan itu diketok hari ini dengan ketua majelis Nelvy Christian serta anggota majelis Baiq Yuliani dan Bagus Darmawan. Menurut majelis, seleksi hakim agung di KY terkait seleksi kualitas, kesehatan, kepribadian dan wawancara terbuka.

"Ternyata mater atau substantif kompetentif yang harus dimiliki oleh calon hakim agung, parameter penilaiannya tidak hanya aspek hukum semata. Akan tetapi juga aspek-aspek lain, non-hukum seperti akademis, profesionalitas, visi dan misi, kesehatan, kepribadian dan rekam jejak," ujar majelis dengan suara bulat.


Hakim yang menjadi anggota majelis kasus Jessica Kumala Wongso itu gagal ditahap II (kualitas). Tahapan ini, tidak semata-mata menilai kualitas hukum saja.

"Sehingga Pengumuman Hasil Seleksi Calon Hakim Agung Nomor 07/PENG/PIMH/PIM/RH.01.03/10/2018 tanggal 9 Oktober 2018, juga bukan merupakan Keputusan Tata Usaha Negara yang dapat menjadi objek sengketa di Pengadilan Tata Usaha Negara," ujarnya.


Sebagaimana diketahui, Binsar mendaftar calon hakim agung lewat jalur non-karier pada 2012 tapi gagal. Pada 2016, ia menggugat syarat calon hakim agung ke Mahkamah Konstitusi. Pada 2017 dan 2018, ia berturut-turut mengikuti seleksi hakim agung dari jalur karier, tapi kembali gagal.
(asp/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed