detikNews
Kamis 11 April 2019, 14:58 WIB

Mendagri ke Tim Pemantau Pemilu: Kita Cegah Jangan Sampai Banyak Golput

Adhi Indra Prasetya - detikNews
Mendagri ke Tim Pemantau Pemilu: Kita Cegah Jangan Sampai Banyak Golput Foto: Mendagri Tjahjo Kumolo memberi pengarahan (dok Kemendagri)
Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memberi pembekalan kepada Tim Kemendagri Pemantau Pemilu Serentak tahun 2019. Dia meminta mereka semua bergerak mengorganisir masyarakat untuk hadir di TPS agar masyarakat yang sudah mempunyai hak pilih bisa menggunakan hak pilihnya.

"Kita harus percaya kepada KPU, kepada Bawaslu. Tinggal terakhir adalah sosialisasi, mudah-mudahan kita mencegah jangan sampai ada banyak yang golput. Kemudian yang kedua, menggerakkan dan mengorganisir masyarakat untuk hadir di TPS supaya tingkat partisipasi politik berjalan dengan baik," kata Tjahjo di kantor Kemendagri, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (11/04/2019).

Tjahjo mengatakan, kunci sukses dari Pileg dan Pilpres 2019 ini adalah tingkat partisipasi masyarakat. Secara prinsip, dia optimistis pelaksanaannya akan berjalan lancar.


Mendagri juga mengingatkan agar Tim Kemendagri Pemantau Pemilu tidak ikut campur pada tugas-tugas penyelenggara pemilu. Tugasnya adalah melakukan deteksi dini, melakukan pemetaan, hingga memberikan rekomendasi kepada pihak-pihak terkait apabila menemukan hal-hal yang dianggap merupakan potensi ancaman atau gangguan terhadap suksesnya Pemilu 2019.

"Monitoring, evaluasi, identifikasi, dan pemetaan potensi kerawanan sosial, keamanan, ketertiban, ini sangat-sangat penting untuk mendukung konteks suksesnya Pileg dan Pilpres serentak ini," ucapnya.

Selain itu Tjahjo juga meminta semua melawan kampanye yang mengandung ujaran kebencian, hoax dan fitnah yang dia sebut sebagai racun demokrasi.


Di kesempatan sama, Tjahjo juga mengkritisi masa kampanye yang dia nilai terlalu lama. Dia berharap di masa yang akan datang masa kampanye bisa dipersingkat.

"Ini masa kampanye Pileg Pilpres begitu panjang sekali. Atau mungkin nanti akan dibahas bersama dengan DPR, dengan parpol, dengan para pakar, para pengiat demokrasi, teman-teman pers juga untuk mengevaluasi supaya Pemilu 2024 nanti lebih efektif dan efisien," ujarnya.

"Karena tujuan Pileg Pilpres serentak ini adalah upaya mewujudkan misi pemerintahan presidensial yang lebih efektif dan efisien, membangun hubungan tata kelola pemerintahan pusat dan daerah yang juga harus semakin efektif dan efisien dengan pilkada serentak, dan Pileg Pilpres serentak," sambungnya.
(hri/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com