DetikNews
Rabu 10 April 2019, 11:25 WIB

BPN Tuding Ada Bagi Duit di Kampanye Jokowi di Padang, TKN Persilakan Lapor

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
BPN Tuding Ada Bagi Duit di Kampanye Jokowi di Padang, TKN Persilakan Lapor Lena Maryana Mukti. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mencurigai adanya dugaan politik uang dan mobilisasi massa saat kampanye kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Sumatera Barat. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mempersilakan kubu 02 melapor bila menemukan indikasi kecurangan pemilu.

"Bila ada indikasi kecurangan, sila laporkan ke saluran yang ada," ungkap juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Lena Maryana Mukti, saat dimintai konfirmasi, Rabu (10/4/2019).

Lena mengingatkan aturan soal kecurangan pemilu sudah tertuang rigid. TKN pun tak mempersoalkan BPN Prabowo-Subianto melaporkan pihaknya.


"Soal larangan dan sanksi sudah termuat di UU 7/2017, PKPU, dan Perbawaslu," tegas Lena.

Adapun yang dipersoalkan BPN Prabowo-Sandiaga adalah kampanye yang digelar Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi Ma'ruf Sumatera Barat di Padang yang dimeriahkan grup band Slank, Selasa (9/4). Kampanye tersebut dihadiri 11 kepala daerah di Sumbar yang mendukung Jokowi untuk lanjut 2 periode.

Ke-11 kepala daerah yang hadir dan bergantian menyampaikan orasi politik itu adalah Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Bupati Pasaman Yusuf Lubis, Bupati Sijunjung Yuswir Arifin, Bupati 50 Kota Irfendi Arbi, Bupati Pesisir Selatan Hendra Joni, Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran, Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi, Bupati Dharmasraya Sutan Riska, Wali Kota Pariaman Genius Umar, Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake, dan Wali Kota Solok Eri Zulfian.

Jokowi ataupun Ma'ruf sendiri tidak hadir dalam kampanye tersebut. TKN mengirim Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar serta mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Rohmin Dahuri sebagai juru kampanye. Arcandra dan Rohmin mempromosikan Jokowi kepada massa yang hadir.

"Jadi pas bagi-bagi duit ada yang kita rekam. Jadi patut diduga yang datang diberikan nasi bungkus, diberikan uang Rp 50 ribu, dan juga diberikan baju gratis. Jadi patut diduga mereka melakukan politik uang Rp 50 ribu per kepala untuk mobilisasi massa. Tim kami memantau di lapangan dan kami punya rekamannya," kata juru bicara BPN Andre Rosiade.

Andre lalu mengirimkan video yang menurutnya direkam oleh salah satu timnya di Padang. Dalam video yang dikirimkan, ada ibu-ibu yang setelah diberi uang ditanya dan memberi jawaban akan memilih Jokowi. Ibu-ibu itu juga tampak mengenakan kaus kampanye Jokowi.

Terkait dugaan adanya politik uang ini, caleg Gerindra Dapil Sumbar I itu menyebut pihaknya berencana melapor ke Bawaslu Kota Padang. Saat ini, kubu Prabowo-Sandiaga tengah mengkaji kemungkinan pelaporan itu.


Saksikan juga video 'Prabowo Sebut Ada Elite Bagi Duit, Wiranto: Siapa? Saya Tindak!':

[Gambas:Video 20detik]


(elz/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed