DetikNews
Rabu 10 April 2019, 06:57 WIB

Round-Up

Kala Amien Membalik Genderuwo dan Sontoloyo Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Kala Amien Membalik Genderuwo dan Sontoloyo Jokowi Amien Rais/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Di akhir tahun lalu, Jokowi menjadi perbincangan karena menggunakan kata genderuwo dan sontoloyo dalam salah satu forum terbuka. Dua kata itu kini muncul lagi, namun disampaikan Amien Rais yang berada di kubu rival Jokowi.

Jokowi berbicara soal 'politik sontoloyo' pertama kali saat membagikan 5.000 sertifikat hak atas tanah untuk masyarakat di Lapangan Sepakbola Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (23/10). Lantas, Jokowi mengingatkan masyarakat tidak terpengaruh oleh politikus yang berniat memecah belah bangsa.

"Hati-hati, banyak politik yang baik-baik, tapi juga banyak sekali politik yang sontoloyo. Ini saya ngomong apa adanya saja sehingga mari kita saring, kita filter, mana yang betul dan mana yang tidak betul. Karena masyarakat saat ini semakin matang dalam berpolitik," kata Jokowi.

Itu soal politik sontoloyo. Sebulan kemudian, Jokowi juga membuat pernyataan fenomenal, kali ini soal 'politik genderuwo'. Frasa 'politik genderuwo itu' disampaikan Jokowi dalam pidato pembagian sertifikat tanah untuk masyarakat Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (9/11/2018. Saat itu, capres 01 itu menyebut saat ini banyak politikus yang pandai memengaruhi. Banyak yang tidak menggunakan etika dan sopan santun politik yang baik.

"Coba kita lihat politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan, kekhawatiran. Setelah takut yang kedua membuat sebuah ketidakpastian. Masyarakat menjadi, memang digiring untuk ke sana. Dan yang ketiga menjadi ragu-ragu masyarakat, benar nggak ya, benar nggak ya?" kata Jokowi yang juga merupakan capres petahana.



Jokowi mengatakan, politikus yang menakut-nakuti itulah yang dia sebut sebagai 'politikus genderuwo'.

"Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masa masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Nggak benar kan? Itu sering saya sampaikan itu namanya 'politik genderuwo', nakut-nakuti," tegasnya.

Lima bulan kemudian, kata-kata fenomenal itu muncul kembali dalam diskusi bertema 'DPT Bermasalah: Pemilu 2019 Berpotensi Chaos!' itu digelar di Ruang KK III (Ruang Rapat Komisi II), gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (9/4/2019). Amien Rais menyinggungnya ketika mengulas mengenai DPT bermasalah.

"Kita justru mengupayakan pemilu legitimate. Kia bukan men-delegitimize Pemilu itu, tapi kita itu ingin legitimizing, supaya betul-betul bangsa ini agar bangsa merasa puas, bangga, sekaligus bersyukur, makin tambah hari, dan makin memisahkan kemungkinan buruk di masa yang akan datang," kata Amien.

Amien tidak ingin DPT bermasalah tersebut menjadi sumber kecurangan. Sebab, katanya, selama ini memang ada indikasi Pemilu dilakukan tidak jujur. Menurut Amien, ada genderuwo dan sontoloyo dalam urusan DPT ini.

"Saya sudah mengingatkan berulang kali. Tetapi memang sering saya katakan, memang ada genderuwonya ada sontoloyonya. Jadi kalau istilah beliau-beliau ini, makanya ada yang mengusulkan bagaimana 17 April nanti penghitungan di Senayan atau di... di mana KPU, BPN, TKN, wartawan dalam-luar negeri ikut," tuturnya.

"Kita minta sekarang supaya hitungnya jurdil, ini sesuatu yang amat mudah. Berarti kalau tidak mau, berarti ada maksud-maksud misterius yang menambah kecurigaan kita," sambung Amien.


Tonton juga video Amien Rais: Ada 'Genderuwo' dan 'Sontoloyo' di Dalam KPU:

[Gambas:Video 20detik]


Kala Amien Membalik Genderuwo dan Sontoloyo Jokowi

(fjp/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed