detikNews
Jumat 05 April 2019, 12:28 WIB

BPN Prabowo: Tarif Tol Jagorawi dan Cikampek Layaknya Sudah Digratiskan

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
BPN Prabowo: Tarif Tol Jagorawi dan Cikampek Layaknya Sudah Digratiskan Foto: Ilustrasi Tol Cikampek. (Agung Pambudhy/detikcom).
Jakarta - Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan menghapus tarif jalan tol pada ruas tol yang telah berakhir masa konsesinya. Paslon nomor urut 02 itu akan mereview ruas-ruas tol mana saja yang berpotensi untuk digratiskan bila memenangkan Pilpres 2019.

"Penghapusan tarif tol pada ruas-ruas tol yang telah berakhir masa konsesinya, akan menjadi prioritas bagi pemerintahan Prabowo-Sandi, jika rakyat mengamanahkan mereka terpilih menjadi Presiden dan Wapres RI dalam pilpres mendatang. Infrastruktur dibangun oleh negara harus untuk kepentingan rakyat. Bukan malah membebani rakyat dengan biaya-biaya yang dipungut dari rakyat," ujar juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga bidang infrastruktur dan pembangunan, Suhendra Ratu Prawiranegara dalam keterangan tertulis, Jumat (5/4/2019).


Suhendra mencontohkan Tol Jagorawi dan Tol Cikampek. Menurut Suhendra, tarif pada dua jalan tol tersebut sudah layak digratiskan. Mengingat masa konsesi keduanya telah berakhir.

Untuk diketahui, masa konsesi Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) dan Tol Cikampek yang dikelola PT Jasa Marga (Persero) Tbk baru akan berakhir masa konsesinya pada 2044. Hal ini disebabkan adanya perubahan status Jasa Marga sebagai badan usaha pada 2005 lalu, sehingga menyebabkan masa konsesinya bertambah 40 tahun.

BPN Prabowo: Tarif Tol Jagorawi dan Cikampek Layaknya Sudah DigratiskanFoto: Suhendra Ratu Prawiranegara. (Dok. Pribadi).

"Jika disebutkan pembandingnya tarif tol Jagorawi dan Cikampek lebih murah, kita harus melihatnya dari berbagai perspektif. Justru pada dua ruas tol tersebut sudah layak digratiskan. Kenapa justru masih diberlakukan tarif bagi pengguna jalan tol? Pertimbangannya adalah masa konsesi jalan tol Jagorawi sudah berakhir beberapa tahun lalu. Begitu juga Tol Cikampek, yang mana masa konsesinya sepertinya sudah berakhir pada tahun 2018 lalu, semestinya BUJT, pengelola jalan tol dan pemerintah menggratiskan ruas-ruas tol yang masa konsesinya sudah berakhir. Bukan malah justru tetap dikenakan tarif/biaya tol yang membebani masyarakat pengguna jalan," tuturnya.


Menurut eks Staf Khusus Menteri PUPR itu pertimbangan menghapus taif tol tersebut bukan asal-asalan. Suhendra mengatakan penghapusan tarif jalan tol pada ruas yang telah berakhir masa konsesinya, tentu dengan pertimbangan sudah mengembalikan biaya investasi dan memberikan keuntungan (profit) kepada pengelola (BUJT atau investor), dan mempertimbangkan peraturan perundangan yang berlaku.

"Konsesi pengelolaan jalan tol, di dalamnya sudah terdapat variabel penghitungan keuntungan investasi," kata Suhendra.

Wacana menggratiskan tarif jalan tol ini memang pernah disampaikan Sandiaga Uno. Sandiaga berjanji bakal menggratiskan ruas jalan tol yang sudah lama dibangun jika ia dan calon presiden Prabowo Subianto terpilih.


Saksikan juga video 'DPR Minta Pemerintah Kaji Ulang Tarif Tol JORR Rp 15.000':

[Gambas:Video 20detik]


(mae/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com