detikNews
Rabu 03 April 2019, 19:08 WIB

Demokrat Percaya Polri Cepat Ungkap Peretas Twitter Ferdinand Hutahaean

Audrey Santoso - detikNews
Demokrat Percaya Polri Cepat Ungkap Peretas Twitter Ferdinand Hutahaean Foto: Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan (Tsarina/detikcom)
Jakarta - Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean mengaku akun Twitter-nya @Ferdinand_Haean diretas dan menampilkan foto-foto tak senonoh. PD percaya Polri mampu mengungkap dalang peretasan akun tersebut dengan cepat.

"Saya yakin (Direktorat) Cyber Crime di Mabes Polri cukup canggih, cukup kuat. Negara telah membiayainya dengan anggaran yang cukup dan saya yakin cepatlah bisa diungkap," kata Sekjen PD Hinca Panjaitan di kantor Indikator Politik Indonesia, Jalan Cikini V, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2019).

Hinca mengatakan PD telah mengonfirmasi kebenaran foto-foto tak senonoh tersebut kepada Ferdinand. Hasilnya menurut Hinca, Ferdinand menegaskan foto-foto tersebut tidak benar dirinya dan hasil editan.

"Saya sudah mengonfirmasi kepada saudara Ferdinand yang telah menjelaskan dan juga saya minta mengirimkan rilis ke teman-teman media, dan sudah dirilis. Poinnya adalah pertama bahwa itu tidak benar. Akunnya itu di-hack, kemudian apa yang disebarluaskan itu, apa yang disebut edit-mengedit, tidak sesuatu yang aslinya dan sudah dibantahkan," jelas Hinca.



Hinca menyinggung apa yang terjadi atas Ferdinand itu itu merupakan cara yang tidak bijak dalam demokrasi di Indonesia. Dia meminta siapapun berhenti berupaya menjatuhkan orang lain dengan cara tersebut.

"Cara-cara yang tidak bijak, cara-cara yang kurang tepat, cara-cara yang tidak pas dalam demokrasi kita. Selain menghancurkan elektabilitas kader-kader itu sendiri, juga partai dan juga dukungan pada siapa calon presiden diajukan. Nah, menurut saya bukan itu esensi dari kompetisi ini," ucap Hinca.

"Saya mengimbau kepada siapapun mari kita hentikan cara-cara yang tidak baik menggunakan medsos untuk menyerang pribadi, menjatuhkan lawa politiknya dengan cara-cara yang melanggar," sambung dia.

Hinca menyebut tak hanya Ferdinand yang menjadi korban peretasan, tapi Ketua Divisi Komunikasi Publik PD, Imelda Sari juga. Hinca menuturkan Imelda telah melaporkan peretasan yang dialaminya ke Bareskrim Polri.

"Ketua Divisi Komunikasi Publik kami, saudari Imelda Sari juga baru selesai ke Bareskrim. Tadi malam sampai pukul 01.30 WIB, saya kontak Imel dan yang jawab itu bukan dia. Saya minta teman-teman cek tadi subuh juga tidak ada dan kemudian siang tadi baru kita ketemu dan dia mengakui 'Saya nggak bisa kontrol WA Group saya'," ungkap Hinca.

Hinca mendesak Polri untuk segera menuntaskan peretasan yang dia yakini politis. "Kami mohon pihak yang berwajib untuk menuntaskan, agar cara kita berdemokrasi sesuai dengan asas kita: langsung, umum, bebas, rahasia dan jangan lupa yang terakhir itu jujur dan adil," tuturnya.

Sebelumnya, Twitter @Ferdinand_Haean sempat menampilkan foto-foto tak senonoh. Selain itu, akun itu menuding Partai Gerindra akan membuat hancur Indonesia. Dituliskan juga nama Waketum Gerindra Arief Poyuono dalam kicauan tersebut.



"Partai @gerindra, Arief Poyuono @bumnbersatu pny agenda hancurkan Indonesia. Prtemuan Arief dgn keduanya di Hotel Dharmawangsa, Jakarta pd 21 Maret 2019. Mrka niat bkin rusuh di Indonesia. Barbara Kappel antek Uni Eropa penghancur sawit Indonesia," tulis @Ferdinand_Haean, seperti dilihat detikcom, Selasa (2/4/2019

Sebagai tidak lanjut, Ferdinand telah datang ke Bareskrim untuk melaporkan peretasan akunnya. Ferdinand juga memastikan video yang menampilkan foto-foto tak senonoh adalah editan. Menurut Ferdinand, dugaan unsur politik yang kental dalam kasus peretasan akun ini bukan tanpa dasar. Sejumlah akun lain yang mendukung pasangan calon 02 pun turut dibajak.

"Akun Twitter dan e-mail saya diretas oleh pihak yang saya duga sama pelakunya dan beredar foto-foto tidak senonoh yang dibuat dalam video pendek, saya nyatakan itu tak benar, editan," kata Ferdinand saat dihubungi, Selasa (2/4).
(aud/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed