detikNews
Selasa 02 April 2019, 17:18 WIB

Beri KTA untuk Habaib dan Purnawirawan, Megawati Minta Jaga Pancasila

Faiq Hidayat - detikNews
Beri KTA untuk Habaib dan Purnawirawan, Megawati Minta Jaga Pancasila Megawati dan orang-orang yang diberi KTA PDIP (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, melakukan pelantikan dan penyerahan kartu tanda anggota (KTA) kepada sejumlah habaib, ulama, purnawirawan TNI-Polri, dan akademisi yang bergabung menjadi anggota partainya. Mereka diminta untuk terus menjaga Pancasila dan Islam yang rahmatan lil alamin.

"Kenapa tak dinikmati kemerdekaan ini dengan menikmati Pancasila? Mari lebih baik kita lakukan itu daripada sesuatu yang keras-keras," kata Megawati saat sambutan acara di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2019).




Acara tersebut dihadiri Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersama jajaran pengurus pusat seperti Andreas Hugo Pareira, Rokhmin Dahuri, Djarot Saiful Hidayat, dan Wiryanti Sukamdani.

Megawati juga mengucapkan selamat datang kepada para penerima KTA tersebut. Dia lalu memberi pengenalan dan penjelasan mengenai PDI Perjuangan kepada warga baru tersebut.




Dia menceritakan berbagai pengalaman hidup sejak jaman kemerdekaan RI di era Bung Karno, pengalamannya sendiri berkutat dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di era Orde Baru, hingga menjadi PDIP.

"Kami ini ya begini. Yang jelas, paling utama bagi kami adalah ideologi Pancasila," kata Megawati.

Habaib yang menerima KTA itu yaitu Habib Husein Muhdar Almuhdar, Habib Muhammad Sholeh Al Muhdar, Habib Ali Assegaf mewakili Masyarakat Dialog Antar Agama, KH Zainal Arifin bersama 20 ulama Betawi, dan Habib Salim. Turut hadir juga perwakilan KWI Romo Agustinus Heri Wibowo dan Pendeta Albertus Patty dari PGI.




Sejumlah nama purnawirawan yang disebut diantaranya adalah Mayjen TNI (Purn) Andri Sutarno, Mayjen TNI (Purn) Bambang Haryanto, Laksamana Madya TNI (Purn) Yuhastihar, Marsekal Muda TNI (Purn) Benedictus Widjanarko, dan Irjen Polisi (Purn) Albertus Simanjuntak. Sementara dari kalangan akademisi, Diah Arimbi dan Bambang Pitoyo juga mendapat KTA.

Hasto mengatakan pemberian KTA merupakan wujud PDIP sebagai rumah kebangsaan Indonesia yang selalu berjuang untuk rakyat. PDIP juga melaksanakan cita-cita Presiden Sukarno demi kesejahteraan rakyat.

"Pemberian KTA ini adalah wujud PDIP sebagai rumah kebangsaan Indonesia Raya. PDIP selalu berjuang menjadi rumah rakyat, berjuang menjalankan cita-cita Bung Karno demi terwujudnya kesejahteraan rakyat," kata Hasto.

"Mendengar ada ulama yang hendak menerima KTA dari Ibu Megawati, purnawirawan TNI-Polri tak mau kalah. Apalagi di debat pilpres kemarin ada yang mengaku dirinya lebih TNI dari TNI," imbuh Hasto Kristiyanto.

Habib Husein Muhdar Almuhdar, yang diberi kesempatan berbicara dan membaca doa mewakili para ulama, sempat membacakan sebuah pantun. Kata Habib Husein, pantun itu sudah ada sejak jaman dulu.

"Gedhang Goreng enak legi, melok Banteng wani mati (pisang goreng enak dan manis, ikut Banteng berani mati). Kita berjuang menyebarkan kebaikan dan menegakkan kebenaran. Itulah yang dimaui oleh Pak Karno untuk kita lakukan. Merdeka!" kata Habib Husein.



Simak Juga 'Dear Milenial! Ibu Megawati Kirim Pesan Jelang Pilpres 2019':

[Gambas:Video 20detik]


(fai/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed