detikNews
Senin 01 April 2019, 19:03 WIB

Perang Uhud: Saat Rampasan Perang Melenakan Pasukan Muhammad

Danu Damarjati - detikNews
Perang Uhud: Saat Rampasan Perang Melenakan Pasukan Muhammad Bukit Uhud (Triono Wahyu S/detikcom)
Jakarta - Perang Uhud disebut politikus Partai Demokrat Andi Arief untuk menganalogikan kondisi politik yang dia soroti saat ini, bahwa orang-orang sudah berbagi kursi menteri padahal Pilpres 2019 belum selesai. Perang Uhud dikenang umat Muslim sebagai pelajaran agar tak terlena dengan harta saat peperangan belum usai.

Menurut Akhmad Saufan dalam Jurnal Lektur Keagamaan Volume 13 Nomor 1 Tahun 2015, Perang Uhud terjadi pada Syawal Tahun 3 Hijriyah atau Maret 625 Masehi. Uhud sendiri adalah nama gunung setinggi 1.077 meter di atas permukaan laut, berjarak 6 km dari Madinah.



Latar belakang perang ini adalah Kaum Quraisy membalas dendam atas terbunuhnya saudara-saudara mereka dalam Perang Badar. Nyaris saja pasukan Nabi Muhammad kalah karena terlena godaan mengambil rampasan perang, padahal perang belum betul-betul selesai.

Persiapan

Pasukan muslim dipimpin Nabi Muhammad SAW, dia menginspeksi pasukan di kawasan Syaikhani. Dia menyortir personel, yang terlalu muda diperintahkannya untuk mundur dari barisan, kecuali dua orang pemuda yang ahli memanah.

Adapun pasukan Quraisy dipimpin Abu Sufyan. Menurut buku 'Biografi Nabi Muhammad Edisi Bilingual Inggris dan Indonesia' karya Muhammad Vandestra, pasukan Quraisy berjumlah 3 ribu. Sedangkan pasukan Nabi Muhammad berjumlah 300 orang.

Menurut George F Nafziger dan Mark W Walton dalam 'Islam At War', pasukan Muhammad berjumlah 700 orang, sedangkan pasukan Abu Sufyan berjumlah empat kali lipatnya.

Perang Uhud: Saat Rampasan Perang Melenakan Pasukan MuhammadFoto: Gambar ilustrasi Perang Uhud dari buku 'Siyar-i Nabi' karya Mustafa Al Darir yang dikerjakan atas perintah Sultan Murad III dari Turki Usmani (Ottoman) dan rampung di Keraton Kesultanan, Istanbul, 1595. (Wikimedia Commons)


Pertempuran

Muhammad menempatkan 150 pasukan pemanah di atas bukit untuk melindungi pasukan lainnya di bawah bukit. Muhammad menginstruksikan pasukan pemanah untuk tetap bertahan di atas bukit, apapun yang terjadi.

Pertempuran dimulai. Meski kalah kuantitas, namun pasukan Muhammad berhasil mendominasi pertempuran. Pasukan Quraisy pimpinan Abu Sufyan terlihat sudah mulai kalah.




Melihat kondisi tentara Abu Sufyan yang sudah tidak meyakinkan untuk kembali melakukan perlawanan, pasukan pemanah muslim yang ditempatkan di atas bukit mulai turun. Mereka bermaksud untuk bergabung dengan pasukan di bawah bukit yang sedang berebut harta rampasan perang alias 'ganimah'. Maka tak ada lagi pasukan pemanah yang berjaga di atas bukit.

Melihat kondisi itu, pasukan Abu Sufyan yang sudah mundur mejadi berani kembali ke bawah bukit. Soalnya, tak ada lagi pasukan pemanah di atas bukit yang siap menghunjamkan anak panah ke arah mereka. Muhammad sempat menginstruksikan agar pasukan pemanah kembali ke posnya, ke atas bukit.


Perang Uhud: Saat Rampasan Perang Melenakan Pasukan MuhammadMakam Syuhada Uhud (Ilustrasi oleh Mindra Purnomo/detikcom)


Namun jumlah korban dari sisi muslim di pertempuran ini tercatat sebagai yang terbanyak selama peperangan di zaman Nabi Muhammad masih hidup, yakni 72 orang. Nabi Muhammad juga terluka, giginya tanggal karena pertempuran.

"Allah sangat murka kepada suatu kaum yang telah memperlakukan nabi-Nya seperti ini," kata Rasulullah seraya menunjuk gigi serinya, tertulis dalam Hadits.

Hadits Shahih Muslim nomor 3345 menjelaskan, gigi Muhammad yang tanggal adalah gigi taringnya. Wajah Muhammad juga terluka. Topi baja yang dikenakan Rasul pecah.

Fatimah membersihkan darah dari luka Muhammad, Ali bin Abu Thalib menyiramkan air yang diwadahi perisai. Darah semakin mengucur, Fatimah kemudian membakar potongan pelepah kurma dan abunya diletakkan di atas luka Muhammad hingga darah berhenti keluar.

Selain itu, sahabat Nabi Muhammad yang berjuluk Singa Allah, yakni Hamzah bin Abdul Muththalib gugur. Dia dibunuh oleh Wahsyi bin Harb, seorang budak asal Ethiopia yang kemudian masuk Islam.

Kemenangan Pasukan Quraisy Abu Sufyan

Perang Uhud disebut dimenangkan oleh pasukan Quraisy pimpinan Abu Sufyan. Namun, menurut Phillip Khuri Hitti dalam buku 'History of Arabs', ini adalah pembalasan dendam orang Quraisy setelah sebelumnya kalah pada Perang Badar sekitar setahun sebelumnya.

Namun demikian, kemenangan Quraisy ini tak bertahan lama. Pasukan Islam bangkit kembali, berubah posisi dari bertahan menjadi menyerang.


Simak Juga 'Blak-blakan Gus Mus, Pemilu Bukan Perang Badar':

(dnu/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed