detikNews
Minggu 31 Maret 2019, 17:34 WIB

BPN Prabowo: Jokowi Semalam Gelagapan, Jadi Yenny Wahid Salahkan Data

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
BPN Prabowo: Jokowi Semalam Gelagapan, Jadi Yenny Wahid Salahkan Data Yandri Susanto (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Yenny Wahid menyebut Prabowo Subianto banyak menyampaikan data yang salah soal pertahanan pada debat semalam. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno membantah tudingan itu.

"Nggak. Pak Prabowo maksud itu memang dana pertahanan kita ya dikit dibandingkan negara lain," ujar Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Yandri Susanto, kepada wartawan, Minggu (31/3/2019).

[Gambas:Video 20detik]

Yandri mengatakan data yang dipaparkan Prabowo semalam sudah sesuai dengan kenyataan. Di mana anggaran pertahanan Indonesia berada di angka 0,8 persen dari GDP (gross domestic bruto). Dia pun membandingkannya dengan anggaran pertahanan Singapura yang disebutnya 3% dari GDP.

"Sementara kan kita kan sangat luas. Ancaman luar negeri kan luar biasa, baik dari teritorial maupun narkoba. Jadi... dan Pak Gatot Nurmantyo juga pernah bilang, kita paling kalau perang cuma 2 minggu, habis itu peluru kita sudah habis. Situasi pertahanan kita masih sangat lemah. Karena itu, komitmen Pak Prabowo menjadikan bangsa ini bermartabat, terhormat, tidak diremehkan negara lain, ya salah satunya dengan pertahanan dan keamanan yang kuat, alutsista yang kuat," tuturnya.

"Itu juga dikeluhkan oleh TNI. Masalah pesawat tempur kita, kapal selama bagaimana ya itu memang jauh dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia aja kita kalah," imbuh Yandri.

Politikus PAN itu pun menduga kubu Jokowi kehabisan bahan untuk mengomentari penampilan Prabowo dalam debat semalam. Dengan begitu, kata Yandri, kubu sang petahana memilih menyalahkan data yang dipaparkan capres nomor urut 02.

"Mungkin karena Pak Jokowi semalam gelagapan, jadi Mbak Yenny salahkan data. Mungkin nggak ada yang bisa dikomentarin karena Pak Prabowo semalam luar biasa," katanya.


Sebelumnya, Yenny, yang mendukung Jokowi, menegaskan tidak ragu akan nasionalisme yang dimiliki capres Prabowo Subianto. Namun Yenny menyebut Prabowo banyak menyampaikan data yang salah soal pertahanan.

Yenny mengatakan salah satu kesalahan data tersebut adalah terkait dengan anggaran pertahanan, yakni ketika Prabowo menyebut anggaran pertahanan Indonesia lebih kecil dibanding Singapura.

"Salah satunya adalah tentang anggaran pertahanan, kita yang dibandingkan dengan Singapura. Beliau mengatakan bahwa salah satu kelemahan kita adalah anggaran kita kecil, karena karena hanya sekitar 0,8% dari APBN, sementara Singapura 3% dari APBN. Ini saya baca sudah keliru," ujar Yenny di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3/2019).



Tonton juga video Yenny Wahid Kagum Patriotisme Pak Prabowo, tapi...:

[Gambas:Video 20detik]


(mae/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com