detikNews
Sabtu 30 Maret 2019, 15:42 WIB

BPN Pamer Pembebasan Wilfrida, TKN: Era Jokowi, 443 WNI Bebas dari Hukuman Mati

Tsarina Maharani - detikNews
BPN Pamer Pembebasan Wilfrida, TKN: Era Jokowi, 443 WNI Bebas dari Hukuman Mati Eva Kusuma Sundari (Tsarina/detikcom)
Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menjawab klaim BPN soal peran Prabowo Subianto dalam pembebasan tuntutan mati terhadap TKI di Malaysia, Wilfrida Soik. TKN heran BPN terkesan membesar-besarkan kasus tersebut.

"Satu kasus gitu saja kok digede-gedeinnya minta ampun," kata anggota TKN Jokowi-Ma'ruf, Eva Kusuma Sundari, kepada wartawan, Sabtu (30/3/2019).


Eva pun memamerkan capaian Jokowi dalam upaya pembebasan TKI dari hukuman mati di luar negeri. Ia merujuk pada data yang disebutkan Menlu RI Retno LP Marsudi, yaitu ada 443 WNI yang dibebaskan dari hukuman mati sepanjang Jokowi menjabat selamat empat tahun.

"Selama pemerintahan Pak Jokowi, sudah ada 443 WNI yang terselamatkan dari hukuman mati di luar negeri. Ini diplomasi yang dilakukan luar biasa sepanjang sejarah," ujar politikus PDIP itu.

Kembali ke soal Wilfrida, Eva mengatakan pembebasan TKI asal Belu, NTT, itu dari ancaman hukuman mati di Malaysia bukan semata karena peran Prabowo. Ia mengatakan dirinya juga berkontribusi terhadap pembebasan tersebut, saat dia duduk di Komisi III DPR, yang membidangi urusan hukum.

"Soal Wilfrida, saya selama di Komisi III DPR itu menulis surat kepada Raja Malaysia bersama Mas Pramono Anung. Saya lakukan ini jauh sebelum Pak Prabowo dengan pesawat terbang ke sana menemui dia," sebutnya.


"Jadi saya di kaukus Migrant Workers, baik di Asia maupun Indonesia, saya membentuk kaukus untuk TKI. Jadi jangan diklaim sendirian. Banyak upaya itu yang mengeroyok, ada Migrant Care dan PDIP. Mas Pramono waktu itu yang nulis surat, saya yang ngedraf. Kalau nggak ada surat itu, ya nggak ada respons. Ngapain ke sana? Sudah diberesin lobi-lobi petinggi Malaysia, baru kemudian bisa dibebaskan," imbuh Eva.

Eva juga mengomentari pernyataan BPN yang memamerkan capaian Prabowo di bidang pertahanan dan keamanan. Salah satunya, BPN mencontohkan keberhasilan Prabowo menumpas Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Menurut Eva, penumpasan OPM itu tidak menyelesaikan masalah. Ia mengatakan justru Jokowi yang berhasil menyejahterakan masyarakat Papua.

"Menurut saya, dari semua pemerintahan, Pak Jokowi yang berhasil. Bahkan kenapa Papua mau memenangkan Pak Jokowi, bahkan Gubernur Papua (Lukas Enembe) yang Demokrat mendukung Pak Jokowi? Karena di sana rakyat sudah jatuh hati pada Pak Jokowi. Karena afirmasi yang dilakukan Pak Jokowi terhadap Papua. Jadi kombinasi antara diplomasi kesejahteraan dan pembangunan yang digenjot luar biasa, dan memperlakukan orang-orang Papua dengan penuh hormat. Maka kalau kekerasan dibanggakan, ya aneh," ujar Eva.


Sebelumnya, BPN Prabowo-Sandi mengatakan tema debat malam nanti dekat dengan keseharian sang capres, di antaranya soal pertahanan dan keamanan serta hubungan internasional. BPN pun memamerkan pencapaian Prabowo.

"Dalam aspek peran internasional, meskipun bukan seorang pejabat negara, ia turun langsung melakukan pembelaan terhadap TKI Wilfrida Soik yang terancam hukuman di luar negeri," kata juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Suhud Alynudin.


Simak Juga 'TKN Jokowi Usul Bahas Deradikalisasi di Debat Keempat':

[Gambas:Video 20detik]


(tsa/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com