DetikNews
Jumat 29 Maret 2019, 18:17 WIB

MPR Gunakan Prangko untuk Sosialisasi 4 Pilar

Nabilla Putri - detikNews
MPR Gunakan Prangko untuk Sosialisasi 4 Pilar Foto: MPR
Jakarta - Empat Pilar MPR yang sering disosialisasikan melalui berbagai kegiatan kini dikemas menjadi bentuk prangko. Bahkan Prangko 4 Pilar MPR ini dicetak di atas security paper oleh Perum Peruri.

Kerja sama antara MPR RI, Kemkominfo dan Pos Indonesia secara resmi mengedarkan prangko pada hari ini, Jumat 29 Maret 2019. Sekjen MPR RI Ma'ruf Cahyono mengungkapkan, peluncuran prangko tersebut merupakan salah satu bagian dari upaya MPR untuk memasyarakatkan 4 Pilar MPR.

"Caranya sudah banyak, dari cara yang konvensional hingga digital. Tapi yang menarik saat ini adalah melekatkan 4 Pilar MPR itu dalam prangko. Saya kira itu sesuatu yang langka ya, kita lihat sama-sama dalam pameran hari ini baru muncul istilah 4 Pilar MPR dalam prangko," ungkap Ma'ruf dalam acara Peluncuran Prangko 4 Pilar MPR di ruang Delegasi Gedung MPR, Jumat (29/3/2019).

Menurut Ma'ruf, prangko tersebut tidaklah sederhana, melainkan ada ideologi landasan negara, konstitusi UUD, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Sehingga ia berharap


"Tentu harapannya, adanya kemasan 4 Pilar MPR prangko itu sampai kepada pihak mana pun termasuk masyarakat pengguna prangko. Apalagi prangko ini walaupun eranya sudah digital, pasti setiap apapun instrumen media memiliki eksistensi tersendiri, untuk digunakan apapun saya kira, sebagai alat untuk mengoleksi, mendokumentasi momentum seperti sekarang ini," papar Ma'ruf.

Prangko yang rencananya dicetak sebanyak 1000 lembar sebagai simbolis peluncuran ini dapat bertambah seiring berjalannya waktu dan banyaknya peminat sesuai dengan kebutuhan. Adapun 4 prangko yang memiliki nominal 5000 tersebut sesuai dengan 4 Pilar yaitu Pancasila disimbolkan dengan kelima sila yang ada di Pancasila, UUD 1945 hanya dikutip dari pembukaan. Kemudian, NKRI disimbolkan dengan peta Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika disimbolkan dengan Burung Garuda mencengkram tulisan Bhineka Tunggal Ika.

"Saya bangga dengan ini (perangko). Dan mudah-mudahan ini tidak hanya sebatas simbol, namun sesuatu yg memiliki makna dan hafariah yang tidak mudah. Karena perangko biasanya memunculkan performanya secara langsung bagi kehidupan kita," pungkas Ma'ruf.

Selain itu, prangko dimata Direktur Pos Ditjen Penyelenggara Pos dan Informatika Ikhsan Baidirus merupakan simbol yang mencerminkan bangsa dan bahkan menjadi syarat bermakna bahkan memiliki kekuatan strategis.


(idr/idr)
mpr
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed