detikNews
Jumat 29 Maret 2019, 15:00 WIB

Anies Ingin Belajar dari China Soal Penggunaan Bus Listrik

Arief Ikhsanudin - detikNews
Anies Ingin Belajar dari China Soal Penggunaan Bus Listrik Foto: Fida/detikcom
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terpincut sistem bus listrik dari China. Beijing, China bisa keluar dari daftar kota dengan udara terkotor.

"Negara-negara yang mengubah praktik baru itu, dan berapa lama mereka melakukan perubahan. Di Beijing itu 10 tahun untuk mengubah dari lima kota paling kotor udaranya. Itu 10 tahun lalu, ini China tidak masuk lagi ke kota paling kotor," ucap Anies kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (29/3/2019).

Beijing dan Jakarta menjadi anggota C40 Cities Climate Leadership Group. Organisasi ini fokus pada isu perubahan iklim dan pengembangan kota urban. China tidak hanya menerapkan sistem bus listrik. Tetapi juga menyuplai bus listrik ke negara-negara lain.



"Saya juga baru tahu bahwa 95 persen dari bus listrik di dunia itu diproduksi di Cina. Di Eropa pun pakai bus dari China dan saya pun baru tahu Scania dan Volvo yang besar itu ternyata justru tidak memproduksi dengan listrik," ucap Anies.

Anies akan mempelajari sistem transportasi bus listrik di China untuk diterapkan di Indonesia.

"Jadi kalau kami sudah dapat informasinya dengan lengkap, kami susun roadmapnya. paling depan pemerintah supaya seluruh rakyat terlibat," kata Anies.

Saat ini, Pemprov Jakarta akan memulai dengan uji coba bus TransJakarta listrik. Ada tiga bus yang disiapkan untuk diuji coba. Dua bus diproduksi oleh BYD dari China, satu lagi adalah MAB dari Indonesia. Paling lambat, bus itu akan diuji coba pada bulan Juni 2019.

Direktur Utama PT TransJakarta Agung Wicaksono China menjadi negara yang siap dalam hal bus listrik sehingga pemilihan China bukan karena asal tapi karena ketersediaan.

"TransJakarta akan lihat ketersediaan bus listrik bukan dari mananya tapi soal kesiapan dari teknis. Kebetulan yang sudah siap di tanah air ini dari tiga itu, dua dimanufaktur di China," ucap Agung.

Bus listrik akan dijalankan untuk melihat kesiapan TransJakarta, termasuk membangun infrastruktur pendukung bus listrik. "Kami akan mulai tahun ini dengan uji coba, kenapa trial, karena kami ingin memastikan semunya lancar untuk kepentingan operasional TransJakarta," ucap Agung.

"Kami ingin pastikan fasilitas pendukungnya juga tersedia dalam hal charging stantionnya. Kami ingin pastikan untuk perawatan mekaniknya servisnya juga harus ada," ujarnya.

Jika lolos uji layak, TransJakarta tidak akan membeli bus listrik. Bus listrik akan dibeli oleh mitra yang bekerja sama dengan TransJakarta. "Nantinya akan dioperasikan oleh operator. TransJakarta kemudian akan membayarkan layanan. Ini kami memainkan peran yang memberikan kesempatan kepada mitra. Namun, TransJakarta meregenerasi supaya sesuai standar," kata Agung.


Simak Juga "Bulan Juni Uji Coba TransJ Listrik":

[Gambas:Video 20detik]


(aik/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed