DetikNews
Rabu 27 Maret 2019, 14:55 WIB

KPU Tuntaskan Sebagian Aduan BPN Prabowo soal DPT hingga KK 'Bermasalah'

Dwi Andayani - detikNews
KPU Tuntaskan Sebagian Aduan BPN Prabowo soal DPT hingga KK Bermasalah Komisioner KPU Viryan Aziz (Foto: Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kembali menyinggung permasalahan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). KPU mengatakan saat ini telah memperbaiki DPT yang bermasalah, termasuk soal kartu keluarga (KK) bermasalah.

"Satu NKK ada di sekian ratus pemilih, itu sudah diperbaiki," ujar komisioner KPU Viryan Aziz di Hotel Sari Pan Pasific, Jl Mh Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2019).


[Gambas:Video 20detik]


Viryan menyatakan permasalahan DPT yang disampaikan BPN telah selesai ditangani. Dia menyebut perbaikan ini dilakukan KPU di tiap daerah.

"Sebagian data yang disampaikan data BPN 02 sudah diselesaikan oleh teman-teman KPU di daerah. Jadi yang melakukan perbaikan data apabila ada yang keliru, itu teman-teman KPU daerah," kata Viryan.

Meski perbaikan dilakukan di daerah, Viryan memastikan KPU RI memantau hal tersebut serta memastikan perbaikan dilakukan dengan baik.

"KPU mengkordinasikan, mensupervisi, memonitor pekerjaan itu, dan memastikan teman-teman mengerjakan itu," tuturnya.


Sebelumnya, adanya permasalahan dalam DPT ini kembali disebutkan Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo, saat menjelaskan pernyataan Amien Rais yang meminta rekapitulasi suara Pemilu 2019 tidak digelar di Hotel Borobudur.

Soal potensi kecurangan itu, Dradjad menyebutkan sekarang mereka sudah memiliki data DPT. Meskipun ada 4 digit NIK yang ditutup oleh KPU, sebut Dradjad, alasan yang disampaikan terkait hal itu masih masuk akal, yaitu menjaga privasi tiap pemilih dan pihaknya bisa menerima alasan itu.

"Namun Mas Agus Maksum dkk dari tim kami bisa menelusuri data lengkap (termasuk NIK) 11 juta orang pemilih dari 17,5 juta pemilih yang tidak masuk akal, yaitu yang memiliki tanggal kelahiran sama. Bahkan banyak satu KK yang beranggotakan ratusan orang. Atau satu NIK berisi beberapa orang. Baru 11 juta yang bisa diverifikasi saja masalahnya sudah banyak. Apalagi dari seluruh DPT yang katanya 192 juta itu," sebut anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu.


Saksikan juga video 'Amien Rais hingga Neno Warisman Bahas DPT Bermasalah ke DPR':

[Gambas:Video 20detik]


(dwia/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed