DetikNews
Senin 25 Maret 2019, 11:38 WIB

Fahri Hamzah Prediksi Tarif MRT Tak Akan Murah

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Fahri Hamzah Prediksi Tarif MRT Tak Akan Murah Foto: Suasana warga menjajal MRT (Fitraya Ramadhanny/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menduga tarif Mass Rapid Transportation atau Moda Raya Terpadu (MRT) tidak akan murah. Pasalnya, menurut Fahri, banyak proyek yang bermasalah dalam hal tarif karena biaya produksi dibebankan kepada rakyat.

"Kalau bebannya terlalu besar seperti tol, maka MRT itu akan mangkrak seperti kasus yang Palembang itu. LRT Palembang itu mangkrak karena tak visible. Saya nggak percaya MRT Jakarta mangkrak karena di sini tempatnya duit, 70 persen duit ada di sini. Di sini memang tempat orang yang memerlukan mass transportation gitu," ujar Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/3/2019).

"Tapi harga nggak akan murah. Dugaan saya harga nggak akan murah, harga akan mahal. Tapi tetap akan dijajali oleh orang karena kalau MRT-nya tidak terlalu padat ya lebih bagus kan, tapi mahal," imbuhnya.


Terkait dengan proyek MRT sendiri, menurut Fahri proyek tersebut adalah proyek lama sejak tahun 1985 dan secara kompleks melibatkan banyak pihak, seperti gubernur dan kementerian terkait. Karena itulah, ia mengibaratkan Presiden Jokowi seperti anak yang menerima harta warisan banyak dari orang tuanya.

"Pak SBY terima dari Ibu Megawati itu cuma 400, kurang dari Rp 400 miliar, setahu saya kurang. Tapi Pak Jokowi menerima dari Pak SBY Rp 2.200 triliun ya kan. Artinya dia itu datang sebagai anak orang kaya. Itu yang menyebabkan dia boleh ngutang dan dia boleh membangun apa saja yang dia mau. Itu loh, Pak Jokowi itu," ucapnya.

Fahri menganggap MRT sebagai proyek lama yang melibatkan banyak orang dan berutang kepada banyak pihak. Jika kemudian diresmikan pada zaman Jokowi, ia meminta hasil pekerjaan itu harus diumumkan sebagai sebuah rantai.


"Jangan katakan 'nggak ada presiden sebelumnya, nggak ada gubernur sebelumnya, ini semua kerjaan saya', nggak boleh begitu. Ini semua rantai pekerjaan. Karena yang akan mangkrak kalau Pak Jokowi tak terpilih, yang akan mangkrak kan banyak," tutur Fahri.

"Bagaimana nanti kalau misalnya tiba-tiba presiden yang akan datang, beliau bangun, dia bilang 'semua ini kerjaan saya'. Ini kan nggak bagus juga. Dia harus berterima kasih kepada semua yang pernah bekerja, terutama pekerja-pekerja di bawah," lanjutnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah meresmikan penggunaan moda raya transportasi MRT Jakarta. Peresmian dilakukan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (24/3).


Jokowi mengatakan kehadiran MRT Jakarta merupakan budaya baru transportasi Indonesia. Dia pun menitipkan pesan-pesan khusus kepada warga yang menggunakan moda transportasi berbasis rel tersebut.

"Ini adalah sebuah budaya baru karena merupakan yang pertama di Indonesia. Apa yang ingin saya titip? Pertama, jangan buang sampah di MRT dan stasiun MRT kita. Jaga agar MRT dan stasiun yang kita miliki tidak kotor. Sanggup?" ujar Jokowi.


Simak Juga "Anies Sebut Halte Integrasi TransJ-MRT Tak Ramah Disabilitas":

[Gambas:Video 20detik]


(azr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed