DetikNews
Senin 25 Maret 2019, 03:12 WIB

Nicholas Cerita Sikap Ahok saat Pembangunan MRT

Danu Damarjati - detikNews
Nicholas Cerita Sikap Ahok saat Pembangunan MRT Nicholas Sean putra Ahok (Instagram)
Jakarta - Sambil jalan-jalan di stasiun MRT, Nicholas Sean mengenang akibat politik yang harus dituai ayahnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), saat melanjutkan pembangunan MRT, LRT, dan jalanan di Jakarta dulu. Pembangunan itu berakibat ke kampanye Ahok dalam Pemilu Gubernur DKI 2017.

Cerita itu diunggah Nicholas di akun Instagramnya, @nachoseann, Minggu (24/3/2019). Dia menyertakan keterangan tertulis di bawah video unggahannya. Ahok bercerita kepadanya bahwa menangani kemacetan adalah prioritas kerjanya saat masih memimpin DKI, salah satu cara menangani kemacetan adalah melanjutkan pembangunan MRT.



Saat masa kampanye 2017, pembangunan MRT, LRT, dan beberapa ruas jalan lintas bawah (underpass) dan jalan layang (flyover) mengakibatkan kemacetan. Nicholas juga mendapat keluhan kemacetan itu dari teman-temannya sendiri.

"Tentu tidak perlu analisa politik untuk mengatakan bahwa itu berpengaruh negatif kepada usaha kampanye Papa," tulis Nicholas.

Namun Ahok tetap saja melanjutkan pembangunan infrastruktur itu, karena kemacetan di Jakarta harus segera diakhiri. Ahok melanjutkan pembangunan itu tanpa keraguan. Menurutnya, ini sikap tidak populis namun harus diambil.

"Dari situlah saya belajar, bahwa laki-laki harus mengambil keputusan paling tidak populer sekalipun, walaupun itu harus mengorbankan hal lainnya," tulis Nicholas.


View this post on Instagram

Dulu papa @basukibtp pernah cerita, bahwa menanggulangi kemacetan adalah salah satu prioritas kerja dia ketika dia menjawab sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012, dan sebagai Gubernur DKI Jakarta ketika dia menggantikan Pak Jokowi sebagai Gubernur di tahun 2014. salah satu yang sering diceritakan beliau di rumah adalah mengenai MRT Jakarta. . Dan yang paling saya ingat adalah ketika masa kampanye 2017 lalu, saya menyampaikan keluhan dari beberapa teman saya bahwa pembangunan MRT, LRT, dan beberapa ruas underpass dan flyover di Jakarta dalam waktu yang relatif dekat menyebabkan kemacetan yang luar biasa, tentu tidak perlu analisa politik untuk mengatakan bahwa itu berpengaruh negatif kepada usaha kampanye Papa. . Tetapi Papa dengan tegas dan tanpa keraguan menyatakan, bahwa ini semua harus dilakukan, apapun dampaknya kepada kampanye dia. Dia hanya ingin pembangunan sarana-sarana transportasi tersebut bisa segera selesai, dia hanya ingin masalah kemacetan di Jakarta bisa segera diselesaikan. Dari situlah saya belajar, bahwa laki-laki harus mengambil keputusan paling tidak populer sekalipun, walaupun itu harus mengorbankan hal lainnya. . Selamat beroperasi MRT Jakarta, semoga benar-benar bisa menjadi moda transportasi yang dibanggakan oleh Jakarta dan Indonesia. semoga semua sarana prasarana bisa dirawat, dan juga mayarakat bisa tertib menggunakannya.

A post shared by Nicholas Sean (@nachoseann) on Mar 24, 2019 at 6:28am PDT


Video yang diunggahnya berisi kegiatan jalan-jalan ke fasilitas Moda Raya Terpadu, istilah versi Bahasa Indonesia dari Mass Rapid Transit (MRT). Dia melihat keramaian di stasiun MRT dan menilai fasilitas ini rapi, bagus, dan 'civilized' atau beradab. Dia lantas masuk ke gerbong MRT.

"Selamat beroperasi MRT Jakarta, semoga benar-benar bisa menjadi moda transportasi yang dibanggakan oleh Jakarta dan Indonesia. semoga semua sarana prasarana bisa dirawat, dan juga mayarakat bisa tertib menggunakannya," tulis Nicholas.


Simak Juga "Saat Jokowi Mengenang Ahok dalam Lahirnya MRT":

[Gambas:Video 20detik]


(dnu/eva)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed