DetikNews
Minggu 24 Maret 2019, 00:58 WIB

Sandiaga: Tidak Ada Daerah yang Aman, Semua Suara Bisa Berubah

Arief Ikhsanudin - detikNews
Sandiaga: Tidak Ada Daerah yang Aman, Semua Suara Bisa Berubah Sandiaga Uno (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Jakarta - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menyebut tidak ada daerah dengan suara aman. Semua daerah harus dijaga termasuk lumbung suara Prabowo-Sandiaga seperti Jawa Barat atau Sumatera Barat.

"Semua daerah tidak ada yang aman, dari segi perolehan suara semuanya bisa berubah kalau kita tidak menggunakan statetment yang positif seperti yang sekarang. Alhamdulilah ada di Prabowo-Sandi dan momentum di belakang kita. Kita harus betul-betul bijak menggunakan ini," kata Sandiaga kepada wartawan di rumah Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (23/3/2019).



Pasangan Prabowo-Sandiaga akan berkunjung ke semua provinsi saat kampanye terbuka pada tanggal 24 Maret sampai 13 April 2019. Termasuk, provinsi yang pernah dikunjungi saat kampanye kemarin.

"Sangat merata, semua kebagian. Nggak ada daerah yang didatangi berturut-turut, masyarakat sudah sangat dewasa, kita tinggal sampaikan pesan dan pastikan kita hadir di provinsi yang dikunjungi," ucap Sandiaga.



Sandiaga mengatakan masyarakat saat ini sudah dewasa dalam bersikap. Dia hanya akan memastikan di setiap provinsi yang dikunjungi pesan kampanye benar-benar diterima masyarakat.

"Masyarakat sudah sangat dewasa kota tinggal menyampaikan pesan memastikan kita hadir di provinsi-provinsi yang selama ini sudah saya kunjungi tapi akan lebih difungsikan lagi supaya pesan akan sampai kepada masyarakat," ujarnya.



Selain itu, Sandiaga mengatakan kampanye terbuka ini tidak akan dihadiri oleh public figure. Dia kemudian mengungkit soal kampanye hemat ala pasangan nomor 02.

"Nah ini kita minim publik figur. Hehehe. Kita kan paket hemat sekali pahese kia minim untuk bisa mengajak publik figur yang bisa membawa masa atau menghibur daripada yang ikut acara rapat ini jadi kita keliatannya belum bisa menghadirkan figur publik," tuturnya.



Dulu 'Jokowi Effect', Sekarang 'Sandi Effect'?,Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]


(aik/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed