DetikNews
Jumat 22 Maret 2019, 19:03 WIB

Round-Up

Sandi Dinilai Lebih 'Sakti', Ma'ruf Tetap Disebut Bantu Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Sandi Dinilai Lebih Sakti, Maruf Tetap Disebut Bantu Jokowi Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta - Survei Litbang Kompas menunjukkan pengaruh cawapres terhadap kenaikan elektabilitas capres. Sandiaga Uno disebut lebih memberi dampak kepada Prabowo Subianto ketimbang Ma'ruf Amin untuk Joko Widodo (Jokowi). Timses kedua kubu punya cara berbeda dalam menyikapi hasil survei tersebut.

Survei Litbang Kompas digelar pada 22 Februari hingga 5 Maret 2019 dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia. Margin of error survei ini plus-minus 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil terkait cawapres dirilis hari ini, Jumat (22/3/2019). Sebanyak 71,9 persen responden memilih karena sosok capres, sedangkan alasan memilih karena sosok cawapres hanya 9,5 persen.


Namun kehadiran sosok cawapres tetap mendapat sambutan dari pendukung kedua kubu. Sebanyak 89,7 persen responden pendukung Jokowi menyatakan makin yakin memilih Jokowi yang berpasangan dengan Ma'ruf Amin. Sementara itu, sebanyak 92,6 persen responden pendukung Prabowo mengaku yakin memilih Prabowo setelah berpasangan dengan Sandiaga.

Siapa cawapres yang paling berperan mendongkrak elektabilitas capres? Di kelompok pemilih Prabowo-Sandi, sebanyak 16,7 persen responden memilih karena faktor Sandi. Sedangkan di kelompok pemilih Jokowi-Ma'ruf, pilihan yang didasarkan oleh faktor Ma'ruf Amin hanya 5,4 persen.

Bagaimana tanggapan kedua kubu? Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menegaskan efek eks Wagub DKI Jakarta itu lebih sakti. Sandi dinilai sebagai orang yang tepat dalam isu ekonomi dan dekat dengan pemilih muda.


"Pertama, sesuai dengan strategi dan program kampanye yang fokus pada pembenahan masalah ekonomi, terutama ekonomi mikro, dalam hal ini Sandi orang yang tepat. Kedua, Sandi memiliki kedekatan karakter dengan pemilih muda/milenial dan kelompok pemilih perempuan," kata juru debat BPN Suhud Alynuddin.

Menurut Suhud, Sandi juga memiliki stamina dan daya jelajah tinggi dalam melakukan kampanye ke seluruh Indonesia. Karena alasan-alasan itulah, Suhud menganggap Sandi bisa menjadi penentu kemenangan.

"Sandi tak hanya menjadi faktor penambah suara. Tapi juga akan menjadi faktor penentu kemenangan pasangan Prabowo-Sandi. Karena Sandi lebih memiliki peluang yang besar untuk mempengaruhi sikap pilihan pemilih galau atau swing voters," jelasnya.


Pembelaan untuk Ma'ruf atas survei Litbang Kompas disampaikan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin. Menurut TKN, Ma'ruf mampu menjaga serangan pihak-pihak yang melontarkan kampanye hitam atas nama agama kepada Jokowi.

"Isu agama mampu diredam dengan keberadaan Abah Kiai Ma'ruf, yang memiliki otoritas keagamaan yang sangat kuat. Kubu 02 selalu mengidentifikasi dirinya sebagai pasangan hasil Ijtimak Ulama. Padahal ulama yang lebih otoritatif ya Abah Kiai Ma'ruf Amin ini," kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily.

Ace juga melihat dukungan NU dan kelompok Islam lainnya kepada kubu Jokowi lebih solid setelah ditetapkannya Ma'ruf sebagai cawapres karena perannya sebagai Rais Aam PBNU saat ditetapkan dan Ketua Umum MUI. Ma'ruf juga dinilai lebih unggul dari segi pengalaman.

"Dari segi pengalaman dan kemampuan, tentu Abah Kiai Ma'ruf lebih unggul. Lihat saja pada debat yang ketiga, beliau sangat kompeten, menguasai masalah, dan mampu menjelaskan visi dan misinya secara baik," ujar Ace.



Dulu 'Jokowi Effect', Sekarang 'Sandi Effect'? Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]


(gbr/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed