detikNews
Jumat 22 Maret 2019, 16:26 WIB

Alami Gizi Buruk, Orang Utan di Aceh Dievakuasi dari Kebun Sawit

Agus Setyadi - detikNews
Alami Gizi Buruk, Orang Utan di Aceh Dievakuasi dari Kebun Sawit Orang utan kekurangan gizi dievakuasi dari perkebunan sawit warga di Aceh (Foto: Dok. BKSDA Aceh)
Banda Aceh - Seekor orang utan berusia tujuh tahun yang terjebak di perkebunan sawit milik warga di Subulussalam, Aceh. Kondisi primata itu memprihatinkan karena mengalami gizi buruk.

"Dari hasil pemeriksaan fisik diketahui orang utan tersebut berumur lebih kurang 7 tahun dan berjenis kelamin betina. Kondisinya malnutrisi (kurus) dan kondisi tangan sebelah kanan yang kurang gerak," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Sapto Aji Prabowo kepada wartawan, Jumat (22/3/2019).


Usai diselamatkan pada Rabu (20/3) lalu, orang utan tersebut diberi nama Pertiwi. Berdasarkan pemeriksaan, berat badan satwa dilindungi tersebut seberat 5 kilogram.

Proses evakuasi satwa itu berawal dari informasi yang diperoleh tim BKSDA terkait adanya orang utan terjebak di tengah perkebunan sawit warga. Tim meluncur ke lokasi dan melakukan pengecekan pada Selasa (19/3).

Foto: Dok. BKSDA Aceh

Saat tiba di lokasi, tim langsung mencari keberadaan orang utan dan tim menemukan satu individu orang utan di dalam sarang. Namun karena hari sudah sore, tim memutuskan menunda evakuasi.


"Lokasi orang utan ini di kebun berstatus APL dan berjarak lebih kurang 10 km dari SM Rawa Singkil," jelas Sapto.

Sehari berselang, tim evakuasi terdiri dari HOCRU dan BKSDA kembali ke lokasi dan melakukan evakuasi. Untuk mengevakuasi orangutan tersebut, tim HOCRU memutuskan tidak menggunakan tembakan bius karena kondisinya yang kurus dan kecil sehingga di takutkan akan mengenai organ vital.

"Tim memutuskan untuk melakukan pemotongan pohon akses dan menggiring orang utan ke pohon yang rendah. Tim kemudian memotong pohon yang rendah tersebut untuk kemudian menangkap orang utan," beber Sapto.


"Setelah orang utan berhasil ditangkap baru kemudian dilakukan pembiusan untuk tujuan pemeriksaan kondisi tubuh orang utan. Orang utan terbius pada pukul 11.50 WIB dan tim membawanya ke kandang transport untuk pemeriksaan fisik," ujar Sapto.

Usai dievakuasi, orang utan itu dievakuasi ke Sibolangit, Sumatera Utara. Sapto menjelaskan, karena orang utan dalam kondisi malnutrisi dan perlu pemeriksaan pada tangan kanan yang kurang responsif, satwa tersebut harus dibawa ke karantina SOCP di Sibolangit.

"Tim akan memantau dan mencari kemungkinan keberadaan orang utan lainnya yang terisolir di Dusun Rikit Desa Namo Buaya Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam," jelas Sapto.
(agse/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com