DetikNews
Jumat 22 Maret 2019, 13:44 WIB

Ngeluh Sel KPK Pengap, Romahurmuziy Lihat Dong 'Sel Kelelawar' Ini

Andi Saputra - detikNews
Ngeluh Sel KPK Pengap, Romahurmuziy Lihat Dong Sel Kelelawar Ini Foto: Rutan Bagansiapiapi over kapasitas (ist.)
Jakarta - Eks Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) mengeluh sel KPK pengap dan meminta KPK menambah ventilasi agar udara masuk ke Rutan KPK. Padahal, masih banyak sel tahanan yang lebih 'menyiksa'.

Ngeluh Sel KPK Pengap, Romahurmuziy Lihat Dong 'Sel Kelelawar' IniRommy (ari/detikcom)

"Saya cuma mau pesen saja karena KPK masih banyak anggaran. Kan KPK serapannya anggarannya rendah ya, paling tidak ventilasi itu ditambah supaya ruangan itu tidak sangat pengap," ujar Romahurmuziy saat keluar dari gedung KPK pada jeda pemeriksaan, Jumat (22/3/2019).

Di sisi lain, kondisi sel tahanan yang lebih buruk dari sel KPK lebih banyak. Seperti di Rutan Bagansiapiapi, Riau. Kapasitas 98 orang diisi hingga 800 orang lebih. Mereka akhirnya tiduran di sarung yang diikatkan di sel bak kelelawar.

Di sel itu, Tampak sarung-sarung lusuh menggelayut diikatkan antarjeruji besi. Alhasil, mereka tidur bak kelelawar, dengan kaki menjuntai keluar sarung dan kepala menjulur sekedar mencari udara.

Sarung yang membentang itu digunakan para penghuni rutan untuk sekedar merenggangkan badan melepas penat dengan tidur sejenak. Sebab, di lantai sudah berjejal ratusan orang yang selonjor.


Bahkan mereka tidak bisa meluruskan badan di lantai karena mereka saling berjejal berimpitan. Pilihannya: kaki ditekuk atau tiduran setengah duduk.

"Mau dipindah ke mana lagi, semua kondisinya di Riau ini sama. Saya hanya melakukan pendekatan kekeluargaan saja (kondisi over kapasitas). Hanya itu saja yang saya lakukan, saya rangkul baik-baik. Serba salah memang, yang penting aman, sudah bagus itu," kata Kepala Rutan Bagan, Jufri Ja'bar saat berbincang dengan detikcom pada 2 Januari lalu.

Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna Laoly menyebut keadaan lapas dan rutan di Indonesia sangat buruk. Berbagai masalah klasik, seperti overkapasitas, disebut Laoly, berimbas pada persoalan lain.


Laoly menyebut kapasitas rutan di Indonesia saat ini sebesar 123.025 orang, sedangkan penghuninya sudah mencapai 246.389 orang dan terus bertambah. Sebagian besar, menurut Laoly, tahanan yang masuk berasal dari kasus narkoba.

"Dalam sistem database permasyarakatan menunjukkan jumlah narapidana dan tahanan yang menghuni rutan sangat banyak 246.389 on going. Maksudnya terus detik per detik angka ini terus bertambah dan angka net jumlah yang kurang, jumlah remisi keluar tapi di-top up. Top up terus," kata Laoly.



Tonton juga video Suharso Minta Kader PPP Tak Ungkit Kasus Rommy:

[Gambas:Video 20detik]


(asp/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed