DetikNews
Kamis 21 Maret 2019, 18:47 WIB

TKN Minta Kemenaker Mediasi Nurullita dan Perusahaan yang Memecatnya

Tsarina Maharani - detikNews
TKN Minta Kemenaker Mediasi Nurullita dan Perusahaan yang Memecatnya Eva Kusuma Sundari (Tsarina/detikcom)
Jakarta - Seorang pegawai bernama Nurullita mengaku dipecat dari perusahaannya karena mendukung Joko Widodo. TKN Jokowi-Ma'ruf Amin meminta Kemenaker memediasi Nurullita dan perusahaan yang memecatnya itu.

"Saya meminta supaya Disnaker setempat memediasi dan menerima komplain dari pegawai tersebut dan memanggil pemilik untuk dididik dengan baik dan mudah-mudahan pemiliknya sadar bahwa Indonesia adalah negara hukum," kata anggota TKN Jokowi-Ma'ruf, Eva Kusuma Sundari, kepada wartawan, Kamis (21/3/2019).



Eva mengatakan peristiwa ini sangat menyedihkan jika memang benar adanya. Ia menyebut Indonesia merupakan negara hukum.

"Padahal kita tahu ada UU Ketenagakerjaan, UU Pemilu yang tidak boleh dilanggar hanya karena pilihan yang berbeda dengan pemilik. Karena semua harus taat pada UU di Indonesia. Seorang pekerja dalam hal ini pilihan politik tidak mencabut haknya untuk melanjutkan profesi tersebut," sebut anggota DPR itu.



Diberitakan, Nurullita (40), karyawan PT Pelopor Pratama Lancar Abadi, mengaku dipecat karena berbeda pilihan di Pilpres 2019. Ia telah melaporkan pemecatan itu ke Kemenaker.

PT Pelopor Pratama Lancar Abadi sendiri sudah membantah memecat Nurlullita. Komisaris PT Pelopor Pratama Lancar Abadi Merry Puspitasari mengatakan Nurullita mengundurkan diri.

"Nggak ada pemecatan, orang dia yang keluar sendiri," kata Merry.
(tsa/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed