DetikNews
Kamis 21 Maret 2019, 17:35 WIB

Telaah Game PUBG, MUI Sudah Komunikasi dengan Kominfo

Fajar Pratama - detikNews
Telaah Game PUBG, MUI Sudah Komunikasi dengan Kominfo Asrorun Ni'am Sholeh (Ari Saputra/detikcom)
FOKUS BERITA: PUBG Dikaji Haram
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan tengah mengkaji dampak negatif game PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG). Selain itu, MUI telah berkomunikasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

"Kita akan lakukan pengkajian mendalam mengenai konten dan dampak yang ditimbulkan. Saya sudah komunikasi dengan Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi terkait dengan hal ini," kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni'am Sholeh saat dihubungi detikcom, Kamis (21/3/2019).


Asrorun mengatakan, apabila hasil pengkajian mendalam sudah selesai, hasilnya bisa berupa fatwa, bisa bukan.

"Jika pangkal masalahnya sudah dikaji secara mendalam, maka akan ditentukan solusi untuk menjawab masalah tersebut. Nanti solusinya bisa fatwa atau yang lain. Fatwa adalah jawaban hukum Islam terhadap masalah-masalah yang muncul di tengah masyarakat sebagai solusi dan panduan bagi masyarakat dan umat," ujar Asrorun.

Video: MUI Jabar Pertimbangkan Fatwa Haram Game PUBG

[Gambas:Video 20detik]



"Bisa jadi, setelah dilakukan kajian, solusinya bukan berupa fatwa. Bisa jadi solusinya adalah soal penegakan hukum dan penguatan regulasi," imbuhnya.


Menurut Asrorun, Kemenkominfo memiliki aturan mengenai game online. Termasuk konten-konten yang berisi perjudian hingga pornografi.

"Kemenkominfo punya regulasi terkait dengan game online, yang melarang konten-konten yang berisi perjudian, pornografi, dan kekerasan. Yang jadi salah satu pertimbangan lain dalam game kekerasan, seperti PUBG, ini adalah dampak yang ditimbulkan," kata Asrorun.

"Karenanya, MUI juga akan mengundang pakar di bidang ini untuk memberi pandangan ahli. Saya juga sudah komunikasi dengan Ketua KPAI terkait dampak buruknya ke anak-anak, kelompok yang terbanyak menjadi pengguna aplikasi ini. Kita juga akan mendengarkan ahli terkait," tuturnya.
(rna/fjp)
FOKUS BERITA: PUBG Dikaji Haram
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed