DetikNews
Kamis 21 Maret 2019, 16:25 WIB

Aswanto dan Wahiduddin Ucapkan Sumpah Hakim Konstitusi di Depan Jokowi

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Aswanto dan Wahiduddin Ucapkan Sumpah Hakim Konstitusi di Depan Jokowi Foto: Presiden Joko Widodo menyaksikan sumpah jabatan Aswanto dan Wahiduddin Adams sebagai hakim konstitusi. (Noval-detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo menyaksikan sumpah jabatan Aswanto dan Wahiduddin Adams sebagai hakim konstitusi periode 2019-2024. Pengucapan sumpah berlangsung di Istana Negara, Jakarta.

Aswanto dan Wahiduddin mengucapkan sumpah secara Islam di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2019). Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), hingga sejumlah Hakim MK turut menyaksikan jalannya pengucapan sumpah.


Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Lalu disusul dengan pembacaan Surat Keputusan Presiden Nomor 32/P 2019 tentang Pengangkatan Hakim Konstitusi yang Diajukan Dewan Perwakilan Rakyat.



Tonton juga video DPR Sahkan Hakim Konstitusi Terpilih:

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya, Aswanto dan Wahiduddin diambil sumpahnya secara Islam. Keduanya bersumpah akan menjalankan tugas sebagai hakim MK dengan sebaik-baiknya.

"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan memenuhi kewajiban hakim konstitusi dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Memegang teguh Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dan menjalankan segala peraturan perundangan dengan selurus-lurusnya menurut Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, serta berbakti kepada nusa dan bangsa," kata Aswanto dan Wahiduddin dalam sumpahnya.

Seusai membacakan sumpah, Aswanto dan Wahiduddin menandatangani berita acara. Jokowi juga menandatangani berita acara sumpah jabatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah.


Sebelumnya, Komisi III DPR memutuskan Aswanto dan Wahiduddin sebagai hakim konstitusi periode 2019-2024, yang terpilih secara aklamasi.

"Memutuskan yang terpilih sebagai hakim konstitusi 2019 yang akan datang sampai lima tahun yang akan datang, pertama, Profesor Doktor Aswanto, kedua Doktor Wahiduddin Adams," kata Wakil Ketua Komisi III F-PDIP, Trimedya Pandjaitan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/3).

"Akhirnya secara aklamasi menyetujui dua nama itu. Karena sudah melalui proses musyawarah mufakat ya, kita tidak lagi memerlukan pleno," ujar Trimedya.
(nvl/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed