DetikNews
Kamis 21 Maret 2019, 14:37 WIB

Presiden ACT: Tragedi Lebih Besar dari Bencana Alam, Kemiskinan

Nabilla Putri - detikNews
Presiden ACT: Tragedi Lebih Besar dari Bencana Alam, Kemiskinan Foto: Nabilla Putri
Jakarta - Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin mengungkapkan jika kemiskinan menjadi salah satu tragedi yang besar. Bahkan lebih besar dari bencana alam.

"Ada tragedi yang lebih besar dari bencana alam, konflik atau perang yang mengusik dunia, yaitu ada bencana kemanusiaan itu lebih besar, ya kemiskinan," kata Ahyudin di sela-sela Sharing with the Master di Menara 165, Jakarta Selatan, Kamis (21/3/2019).


Dalam sharing season yang bertajuk 'Menopang masa depan makro ekonomi nasional dan peran strategis wakaf dalam mengentas kemiskinan' ia juga memaparkan salah satu konsep yang dapat diterapkan untuk mengentas kemiskinan

"Kunci surga itu para dermawan, dan kedermawanan yang paling dipentingkan saat ini untuk mengatasi permasalahan yang besar adalah wakaf. Lalu bagaimana caranya agar wakaf menjadi instrumen pengentasan kemiskinan dan segala macam? Ingat wakaf itu produktif jika dengan mengkorporasikan wakaf, wakaf itu bisa dijadikan andalan dalam mengentaskan kemiskinan," papar Ahyudin.

Jika wakaf itu tidak dikorporasikan, lanjut Ahyudin, tidak dikelola profesional berbasis sistem maka wakaf hanya narasi yang kita dengar namun tidak terwujud dalam sebuah pembuktian pengentasan kemiskinan.

"Jadi kami mengajak masyarakat dengan berbagai edukasi , mari menjadi wakif artinya pemberi wakaf. Saat ini objektif wakaf yang paling dianggap fleksibel dan produktif itu adalah cash wakaf, jadi wakaf tunai, sehingga lebih fleksibel dalam didayagunakan dalam format korporasi," ungkap Ahyudin.


Menanggapi hal tersebut, Pakar Ekonomi Faisal Basri mengungkapkan setuju tentang wakaf yang dikelola dengan baik dapat mengentaskan kemiskinan, seperti yang diungkapkan oleh Presiden ACT.

"Kalau wakaf diamanahkan kepada kami (ACT), kami akan putar lagi. Jadi ayo mari kita ajak seluruh masyarakat untuk melek keuangan sehingga masyarakat yang kelebihan bisa memasukkan uangnya ke ACT untuk diputar ke yang lain, intinya itu," papar Faisal.




(mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed