DetikNews
Rabu 20 Maret 2019, 19:23 WIB

Menlu New Zealand: Terima Kasih atas Ucapan Duka RI kepada Kami

Zakia Liland Fajriani - detikNews
Menlu New Zealand: Terima Kasih atas Ucapan Duka RI kepada Kami Wakil Perdana Menteri sekaligus Menlu New Zealand Winston Peters (Zakia Liland/detikcom)
Jakarta - Wakil Perdana Menteri sekaligus Menlu New Zealand Winston Peters berterima kasih kepada pemerintah dan publik Indonesia karena telah memberi dukungan moral dan simpati atas aksi teror terhadap dua masjid di Christchurch. Dia menyatakan terorisme adalah musuh bersama.

"Kami bekerja sama dengan semua negara yang melihat bahwa terorisme merupakan sebuah masalah dan kami juga saling berbagi informasi. Dan saya yakin ini menjadi perhatian Indonesia juga, terutama dalam konteks mencegah ini akan terjadi lagi," kata Peters di sela-sela acara High-Level Dialogue on Indo-Pacific Cooperation (HLD-IPC) di Fairmont Hotel Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Peters mulanya bercerita, dalam pertemuan ini, ada banyak hal yang dia bahas bersama Menlu RI Retno LP Marsudi. Dia mengaku banyak bertukar pikiran mengenai pengalaman masing-masing dalam menangani berbagai isu strategis.

"Banyak hal yang kami bahas mengenai hubungan RI-New Zealand. Kami sangat tertarik dengan perkembangan yang telah dilakukan Indonesia belakangan ini, terutama pengaruh politik di bagian dunia ini. Dan apa yang telah dilakukan Indonesia, yang kita lakukan bersama telah memberikan yang terbaik bagi dunia dan kawasan dan semoga bisa terus begitu," ucapnya.


Dalam kesempatan itu, Peters mewakili negaranya juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan publik Indonesia atas simpati terkait teror yang mengoyak kedamaian di Selandia Baru.

"Terima kasih juga atas ucapan duka yang diberikan Indonesia kepada kami. Indonesia, negara muslim terbesar, paham apa yang terjadi di sini, dan kami berharap Indonesia bisa memberikan pengaruhnya untuk mengoreksi misinterpretasi segala hal yang mungkin bisa menjadi dampak atas teror Christchurch," ucapnya.

Terkait teror ini, Peters mengaku menyampaikan kepada Menlu Retno bahwa pelakunya diduga lone wolf terrorist atau tidak terafiliasi dengan kelompok radikal. Peters menegaskan polisi bekerja ekstrakeras untuk mengusut tuntas kasus ini.


"Investigasi masih terus berlangsung. Tapi perwira tinggi polisi senior kami yakin pelaku merupakan lone terrorist acting by himself. Tapi kami membuka segala kemungkinan lain. Kami melakukan penyelidikan seluas-luasnya, publik tahu dunia harus tahu hal ini. Saya yakinkan kepada Retno, kepada dunia, Selandia Baru akan memperlakukan keluarga korban dengan layak," ucapnya.

"Saya kini melihat, komen-komen keras tentang apa yang terjadi seputar Christchurch justru malah akan menambah parah situasi. Misalnya apa yang dikatakan oleh beberapa anggota parlemen negara lain. Pada akhirnya semua ini adalah sebuah tragedi menyedihkan bagi kemanusiaan dan tugas kita para pemimpin dunia sekarang adalah memberikan keyakinan pada masyarakat tentang moderasi, toleransi, dan menghargai semua agama," sambung Peters.
(hri/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed