DetikNews
Rabu 20 Maret 2019, 16:05 WIB

Jalan Dibangun, Warga Pedalaman Maros Sulsel 'Merdeka' dari Keterasingan

Moehammad Bakrie - detikNews
Jalan Dibangun, Warga Pedalaman Maros Sulsel Merdeka dari Keterasingan Foto: dok istimewa
Maros - Warga dusun pedalaman di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) kini bisa tersenyum cerah setelah mendapatkan akses jalan yang dibangun prajurit TNI-Polri. Akses itu kini membuat warga itu lebih mudah menuju kota kecamatan dan puskesmas.

Lokasi terpencil itu bernama Dusun Damma, Desa Bonto Matinggi, Kecamatan Tompobulu. Lokasi itu sebelumnya viral karena akses jembatan mangkrak hingga akhirnya dibangun Kementerian PUPR.

Jalan Dibangun, Warga Pedalaman Maros Sulsel 'Merdeka' dari KeterasinganFoto: dok istimewa

"Alhamdulillah Pak. Sejak adanya berita soal jembatan itu, kampung kami ini perlahan mulai diperhatikan. Jembatan sudah diselesaikan, terus jalan juga sudah mulai dibuka. Kami sangat berterima kasih atas perhatiannya," kata seorang warga bernama Daeng Amir, Rabu (20/03/2019)

Amir mengatakan dusun itu ditinggali 30 kepala keluarga yang tinggal di pegunungan yang dikelilingi sungai. Bila hendak keluar dari dusun, maka mereka terpaksa menyeberangi derasnya sungai.

"Dulu, Pak, kami seperti orang dibuang. Kalau mau keluar, kami harus berenang di sungai. Kadang bawa gabah atau hasil kebun untuk dijual. Yang kasihan itu anak-anak kami yang sekolah. Mau tidak mau, mereka juga harus berenang lewat sungai sebelum ada jembatan itu," ucap Amir.

Saat ini menurut Amir, 150 prajurit TNI-Polri bersama warga tengah merintis jalan sepanjang 3,5 kilometer dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 1422 Maros. Siang-malam mereka berupaya merampungkan jalan yang targetnya sisa sepekan lagi.

Jalan Dibangun, Warga Pedalaman Maros Sulsel 'Merdeka' dari KeterasinganFoto: dok istimewa

"Jalan ini dulunya hanya setapak saja. Kalau air sungai tinggi, kami lewat sini kalau ada yang sakit atau mau melahirkan, kita bawa dengan tandu berjalan kaki sampai ke puskesmas. Mau tidak mau, karena waktu itu juga belum ada jembatan di sungai. Dengan jalan ini bisa mempersingkat jarak sampai 20 kilometer," ucapnya.

Perintisan jalan TMMD itu kini sudah mencapai 85 persen dari total pengerjaannya. Kodim 1422 Maron yakin jalan itu akan selesai tepat waktu.

"Tantangan terberat di cuaca dan medannya yang sangat berat, sehingga kita bekerja harus ekstra. Material seperti pasir dan semen hanya bisa dibawa menggunakan motor saja, karena mobil biasa tidak mampu tembus. Belum lagi gorong-gorong, kita pakai alat berat untuk mengangkatnya. Sekarang ini kita terpaksa atur tim bekerja siang dan malam, karena waktunya semakin mepet," kata Komandan Kodim 1422 Maros Letkol Inf Farid Yudho.




Selain perintisan jalan, program TMMD ini juga telah menyelesaikan pembuatan tempat Mandi Cuci Kakus (MCK) di 7 lokasi berbeda di dua desa. MCK itu pun merupakan hal yang baru bagi warga yang selama ini menjadikan aliran sungai sebagai MCK.

"Pertama kali kami ke sini, tidak satu pun MCK yang kami temui. Warga hanya memanfaatkan sungai saja untuk itu. Nah dasar itulah, kami berinisiatif untuk membangun MCK di 7 titik di dua desa. Harapannya sih sederhana, biar warga bisa memanfaatkannya dan hidup lebih sehat," ujar Farid.

Kondisi medan yang berat itu juga diakui oleh staf khusus Kasad Brigjen Anang Dwitono yang berkunjung untuk melakukan pengawasan. Ia mengaku lokasi TMDD yang dikerjakan oleh Kodim 1422 Maros ini merupakan salah satu lokasi paling berat dalam pelaksanaan TMMD ke-104 ini di seluruh Indonesia.

Jalan Dibangun, Warga Pedalaman Maros Sulsel 'Merdeka' dari KeterasinganFoto: dok istimewa

"Medannya memang boleh masuk dalam kategori terberat dalam pelaksanaan TMMD 104 ini. Tapi memang program ini yang disasar adalah wilayah terpencil, agar warga bisa ikut menikmati pembangunan dan meningkatkan ekonomi mereka. Kami sangat mengapresiasi kerja keras prajurit bersama warga yang terus berupaya menyelesaikan tugasnya tepat waktu," ucapnya.

Tak sekadar pembangunan fisik, selama program TMMD itu, mereka juga aktif melakukan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis, baik ke semua warga maupun sekolah yang ada di wilayah itu. Isu-isu seperti hoaks, narkoba, terorisme menjadi pembahasan mereka dalam setiap penyuluhan ke masyarakat. Rencananya, TMMD itu akan ditutup pada 27 Maret 2019.


(dhn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed