DetikNews
Rabu 20 Maret 2019, 06:39 WIB

Round-Up

Menanti Pemimpin Partai Kakbah di Tengah Terpaan Badai Masalah

Tim detikcom - detikNews
Menanti Pemimpin Partai Kakbah di Tengah Terpaan Badai Masalah Kantor DPP PPP (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Penunjukan Suharso Monoarfa sebagai plt ketum menggantikan Romahurmuziy (Rommy) menimbulkan riak di lingkup internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Muncul protes karena penunjukan Suharso dinilai menyalahi aturan rumah tangga (ART) PPP. Akankah Suharso melenggang mulus menjadi Plt Ketum PPP atau akankah bakal ada nama lain?

Opsi untuk munculnya nama lain itu terbuka. Dalam Mukernas yang akan dimulai pada Rabu (20/3/2019) sore nanti, agenda utamanya memang pengukuhan Suharso--yang sebelumnya telah ditunjuk--sebagai Plt Ketum PPP. Pengukuhan dilakukan dengan syarat, para peserta Mukernas menyetujui Suharso sebagai pelaksana tugas orang nomor satu di Partai Kakbah itu. Apabila para peserta rapat menolak, Mukernas tidak bisa pula memproses nama baru. Forum Mukernas akan mengembalikan ke forum pengurus harian untuk kemudian ditentukan siapa nama-nama kandidat lainnya, baru kemudian digelar Mukernas lanjutan.

Momen Suharso Ditunjuk Jadi Plt Ketum

Adapun penunjukan Suharso Monoarfa didasari pertemuan di kantor DPP PPP, Jl Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3). Ketua Majelis Syariah PPP Maimoen Zubair (Mbah Moen) mengungkap alasan penunjukan Suharso Monoarfa.

"Tadi itu mestinya pengganti (Romahurmuziy) wakil-wakil ketum, tapi ada kesepakatan rupanya nggak ada yang sanggup. Saya setuju kalau Pak Suharso jadi Plt, (sedangkan) wakil-wakil ketum tetap menjadi wakil ketum," ungkap Mbah Moen, Sabtu (16/3).

Muncul Penolakan

Politikus senior PPP Akhmad Muqowam 'menginterupsi' penunjukan Suharso. Alasannya Suharso bukan waketum sehingga tidak memenuhi syarat mengisi posisi plt ketum sebagaimana diatur dalam Pasal 13 ART PPP.


Karena itu, Muqowam berharap Mukernas PPP di Hotel Seruni, Bogor, Rabu (20/3), bisa mendengar pandangan tiap pengurus DPW PPP. "DPW punya otoritas (menyatakan) sah atau tidak (plt ketum)," katanya.

Pendapat Akhmad Muqowam sama dengan yang dikemukakan Ketua DPP PPP Rudiman, yakni penunjukan Suharso sebagai Plt Ketum PPP melanggar AD/ART partai.

Waketum PPP Arwani Thomafi mengatakan Mukernas akan mengesahkan keputusan rapat pengurus harian. Itu artinya, Mukernas akan mengukuhkan Suharso sebagai Plt Ketum PPP sebagaimana kesepakatan pada pertemuan Sabtu (16/3).


Ketua DPP PPP Lena Maryana Mukti mengatakan, jika ada pandangan lain dalam Mukernas, hal itu akan dibahas. Opsi di luar pengukuhan Suharso tetap terbuka.

"Keputusan yang diambil oleh PH ini akan disampaikan di Mukernas. Dan di Mukernas itu dibahas dan pembahasan itu bisa saja segala sesuatu terjadi, bisa diterima penetapannya, atau bisa juga ada pandangan lain," kata Lena saat dihubungi, Minggu (17/3).

Lantas siapa saja nama-nama yang digadang jadi calon ketum? Ada Suharso Monoarfa, Khofifah Indar Parawansa, juga Arwani Thomafi.
(fdn/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed