DetikNews
Senin 18 Maret 2019, 20:06 WIB

Banser Hendak Laporkan Tirto.id, Polda Jatim Arahkan ke Dewan Pers

Noval Dhwinuari Antony, Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Banser Hendak Laporkan Tirto.id, Polda Jatim Arahkan ke Dewan Pers Satkorwil Banser Jawa Timur mendatangi Mapolda Jawa Timur sebagai respons atas meme yang diunggah akun Twitter Tirto.id yang dianggap melecehkan Nahdlatul Ulama. (Hilda/detikcom).
Surabaya - Satkorwil Banser Jawa Timur mendatangi Mapolda Jawa Timur sebagai respons atas meme yang diunggah akun Twitter Tirto.id yang dianggap melecehkan Nahdlatul Ulama (NU). Polda Jatim kemudian mengarahkan Banser Jatim untuk mengadukan masalah tersebut ke Dewan Pers.

Persoalan ini diawali saat akun Twitter milik Tirto.id mengunggah meme yang menggambarkan cawapres Sandiaga Uno dan cawapres Ma'ruf Amin. Tulisan yang ada di meme itu dinilai oleh Asisten Divisi Kerja Sama Satkorwil Banser Jatim Abdul Rosyid mengandung ujaran kebencian dan menyudutkan NU.

"Sebenarnya ini guyonan, tapi guyonan ya ini melecehkan. Sandiaga Uno yang mengatakan kami akan hapuskan UN. Pak Tirto dengan gaya memenya menyampaikan, 'Eh, kirain hapus NU'. Kemudian, Ma'ruf Amin, zina bisa dilegalisir, Pak Tirto menjawab, 'Ok guys jangan lupa ke depannya sedia kondom dan cap tiga jari yes'. Ini kan pelecehan terhadap nama besar KH Ma'ruf Amin dan institusi NU," kata Rosyid di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Senin (18/3/2019).

Menurut Rasyid, boleh saja setiap orang berbeda pandangan dan berbeda pendapat. Namun dia menyarankan agar antara satu dan yang lain saling menghormati, sehingga tidak ada fitnah hingga ujaran kebencian. Dia juga ingin agar momentum Pilpres tidak menjadi ajang saling membenci dan menyebarkan hoaks hingga fitnah.

Rosyid menambahkan pihak Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim menyarankan Rosyid mengadu ke Dewan Pers. Hal ini karena konten tersebut diunggah oleh akun dari media massa. Perlu untuk diketahui, merujuk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, setiap aduan terhadap media massa diselesaikan lewat Dewan Pers.

"Laporan diterima, tapi ada catatan karena ini kan media online. Jadi ada persyaratan yang harus dipenuhi. Saya lapor saja, kita ingatkan, mungkin Tirto.id ini bergurau. Meski sudah dihapus, rekam jejak digitalnya masih ada nyebar," katanya.

Meski pihak Tirto.id telah menghapus meme dan meminta maaf, Rasyid menganggap hal ini masih belum cukup. Dia meminta semua pihak lebih berhati-hati dan bijak menggunakan media sosial, apalagi tentang ujaran kebencian, SARA, hoaks, dan fitnah.

"Permasalahannya begini, sekarang kalau orang sudah nonjok orang kan sudah dilaksanakan tindak pidana. Permintaan NU sudah dimaafkan, tapi kan ada syaratnya, temui Ma'ruf Amin, temui PBNU. Karena ini nggak hanya menyangkut Ma'ruf Amin, tapi NU secara organisasi," tuturnya.

Dimintai konfirmasi terpisah, Pemimpin Redaksi Tirto.id Sapto Anggoro mengatakan pihaknya mengaku khilaf atas terunggahnya meme tersebut di Twitter.

"Saya selaku penanggung jawab Tirto memahami kekecewaan warga nahdliyin, tak terkecuali teman-teman Banser di Jatim dan seluruh Nusantara. Sejujurnya, Tirto khilaf dengan meme yang ada di akun Twitter, dan itu tidak ada di web Tirto.id," kata Sapto melalui pesan singkat kepada detikcom, Senin (18/3).
(nvl/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed