DetikNews
Senin 18 Maret 2019, 18:08 WIB

SMRC: Ada Warga Banten Percaya Jokowi PKI dan Prabowo Pernah Menculik

Bahtiar Rifa'i - detikNews
SMRC: Ada Warga Banten Percaya Jokowi PKI dan Prabowo Pernah Menculik Pemaparan Hasil Survei SMRC di Banten (Foto: Bahtiar/detikcom)
Jakarta - Survei Saiful Mujani Research and Colsulting (SMRC) di Banten antara pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin vs Prabowo-Sandiaga Uno bersaing ketat. Jokowi meraup elektabilitas 43,2 persen, sedangkan Prabowo 41,7 persen.

Survei yang dilakukan pada 27 Februari-8 Maret 2019 di 8 kabupaten dan kota di Banten ini juga memunculkan isu seputar calon presiden. Hasilnya, dari sampel 1.620 responden dengan margin error ± 2,5% masih ada yang percaya bahwa Jokowi adalah keturunan PKI, memusuhi Islam dan ulama. Di kubu Prabowo, muncul juga isu soal mantan Danjen Kopassus itu yang dipecat dari tentara dan keluarganya dari latar belakang non muslim.

SMRC: Ada Warga Banten Percaya Jokowi PKI dan Prabowo Pernah MenculikFoto: Isu Jokowi (Dok SMRC)


Soal isu Jokowi PKI, 65 persen responden tidak pernah mendengar isu ini dan 35 persen pernah mendengar. Dari 35 persen tersebut, 15 persen di antaranya percaya bahwa Jokowi adalah PKI.

"35 persen dari warga Banten atau 3 dari 10 orang Banten pernah mendengar isu hoax ini dan yang percaya adalah 15 persennya," Diretur Riset SMRC Deny Irfani dalam jumpa pers di Kota Serang, Banten, Senin (18/3/2019).



Untuk isu Jokowi memusuhi Islam, survei juga menemukan ada 15 persen warga yang percaya dan 17 persen malah mempercayai Jokowi memusuhi ulama.

Untuk isu Prabowo dipecat dari tentara karena menculik aktivis demokrasi terdapat 29 persen warga Banten yang pernah mendengar. 34 persen di antaranya percaya dan 64 persen tidak percaya Prabowo seorang pecatan.

SMRC: Ada Warga Banten Percaya Jokowi PKI dan Prabowo Pernah MenculikFoto: Isu Prabowo (dok SMRC)


Kedua, dari 21 persen warga Banten yang pernah mendengar bahwa ibu, kakak, dan adik Prabowo tidak beragama Islam ada 50 persen yang percaya dan 50 yang tidak.

Artinya, kata Deny cukup banyak pemilih di Banten yang percaya berita tidak berdasarkan fakta khususnya terkait Jokowi. Dari 15 persen yang terpapar, atau 5 persen dari total polulasi percaya bahwa Jokowi PKI.

"5 persen dari total pemilih 8,1 juta sekitar 400 ribu. Jumlah ini sangat besar," katanya.



Dari temuan ini, katanya masih banyak pemilih di Banten yang tidak bisa membedakan antara fakta dan hoax. Mereka rata-rata di perkotaan dengan usia muda dengan pendidikan dan pendapatan tinggi serta mudah mengakses internet.

Efek atas informasi tak benar dan hoax ini juga berpengaruh pada calon terhadap pilihan.

"Informasi latar belakang Prabowo juga berefek negatif terhadap Prabowo, tapi tidak sebesar efek fake news pada Jokowi," katanya.
(bri/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed