DetikNews
Senin 18 Maret 2019, 18:05 WIB

KPK: Harusnya Kemenag Jadi Contoh Kementerian Paling Bersih

Haris Fadhil - detikNews
KPK: Harusnya Kemenag Jadi Contoh Kementerian Paling Bersih Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) kembali diterpa kasus dugaan korupsi yang melibatkan oknum internalnya. Padahal, menurut KPK, Kemenag seharusnya jadi kementerian yang paling bersih.

"Kementerian Agama itu seharusnya kementerian yang paling bersih dan harus menjadi contoh, bahkan harus menjadi contoh dari KPK sendiri. Kita berharap ke Pak Menteri untuk memperbaiki sistem tata kelola di Kementerian Agama itu agar tidak terulang," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di gedung penunjang KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (18/3/2019).

Syarif memaparkan, dari hasil penelitian Litbang KPK, tata kelola sekolah-sekolah di bawah naungan Kemenag lebih buruk dibanding tata kelola sekolah di bawah Kemendikbud. Padahal anggaran pendidikan yang dikelola Kemenag lebih besar dibanding yang dikelola Kemendikbud.


"Penelitian oleh Litbang KPK membandingkan tata kelola sekolah-sekolah yang ada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan sekolah-sekolah di bawah Kementerian Agama memang tim Litbang KPK menyimpulkan yang ada di bawah Kementerian Pendidikan Kebudayaan jauh lebih teratur, tertata di banding sekolah di bawah Kementerian Agama," terangnya.

"Anggaran yang dikelola Kementerian Agama untuk pendidikan ini lebih besar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, karena Kementerian Pendidikan Tinggi dan Ristek sudah dipisah," sambungnya.

Kemenag kini menjadi sorotan lagi setelah KPK menetapkan anggota DPR yang juga eks Ketum PPP Romahrumuziy (Rommy) sebagai tersangka pengurusan jabatan di Kemenag. Ada dua pejabat Kemenag yang juga jadi tersangka pemberi suap ke Rommy, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.


Muafaq diduga memberi duit Rp 50 juta pada Jumat (15/3) ke Rommy, sedangkan Haris diduga menyetor duit Rp 250 juta ke Rommy pada 6 Februari 2019. KPK pun mengaku heran mengapa proses seleksi jabatan di Kemenag bisa dipengaruhi oleh Rommy, apalagi Haris, selaku tersangka penyuap, pernah tercatat melanggar disiplin.

"Waktu itu sudah online sistemnya dan menurut infrastruktur penerimaan yang ada di dalam itu pun sebenarnya itu sudah dinyatakan tidak lulus karena pernah mendapat hukuman disiplin. Tapi somehow berubah, jadi dia bisa menang, itu lagi ditelusuri," jelas Syarif.


Dia pun berharap Kemenag melakukan perbaikan. Salah satunya lewat Strategi Nasional (Stranas) Pencegahan Korupsi.

"Salah satunya itu sistem rekrutmen pejabat publik, ada KemenPAN RB, kita berupaya agar semua sistem rekrutmen pejabat-pejabat itu bisa dilakukan secara transparan," pungkas Syarif.



Tonton juga video 'Menikmati' Gaya Romahurmuziy Saat Eksis Beriklan 2018 Lalu:

[Gambas:Video 20detik]


(haf/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed