detikNews
Senin 18 Maret 2019, 12:39 WIB

Begini Elektabilitas PPP Sebelum Rommy Ditangkap, Akankah Anjlok?

Tim detikcom - detikNews
Begini Elektabilitas PPP Sebelum Rommy Ditangkap, Akankah Anjlok? Foto: Logo PPP (Istimewa)
Jakarta - PPP 'terguncang' usai sang Ketum, Romahurmuziy alias Rommy terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Apakah, penangkapan itu akan berpengaruh pada elektabilitas partai berlambang kakbah itu di Pilpres 2019?

Meski menjadi salah satu partai besar saat ini, sejumlah lembaga survei masih memprediksi PPP tak lolos ke Senayan. Dari 8 lembaga survei, 5 di antaranya memprediksi elektabilitas partai yang kini dipimpin oleh Suharso Monoarfa sebagai Plt ketum itu di bawah 4%. Sementara, untuk masuk ke DPR, parpol harus meraih 4% suara sesuai ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT).

Berpengaruhnya penangkapan Rommy terhadap elektabilitas PPP sebelumnya diprediksi sejumlah pihak. Salah satunya Wapres Jusuf Kalla yang menilai kasus Rommy yang kini telah ditetapkan tersangka suap itu akan berimbas pada suara PPP.

"Ya pastilah, terutama efeknya kan ke PPP. Kalau PPP efek pasti juga ke lainnya juga punya efek," ujar JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (15/3).


Tak hanya JK, hal senada juga disampaikan Partai Gerindra. Gerindra menilai penangkapan Rommy akan menggerus suara PPP bak tsunami di Pileg 2019.

"Bicara kasus Rommy ini tentu mau bantah atau nggak ini pasti dampak elektoral pada PPP," kata anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade kepada wartawan, Sabtu (16/3).

Konsep Indonesia pun memprediksi penangkapan Rommy akan sangat berimbas pada elektoral PPP. Mengingat jabatan penting yang diemban Rommy di partai tersebut.

"Bagaimanapun yang di-OTT adalah seorang ketum, jabatan sangat penting di partai politik. Dampak langsung akan dirasakan oleh partai terkait. Apalagi dalam survei yang baru saja kami rilis, PPP masuk dalam grup dua koma, raihan elektabilitasnya baru mencapai 2,2%. Artinya, butuh perjuangan keras untuk lolos ke Senayan," kata Direktur Konsepindo Research and Consulting Veri Muhlis Arifuzzaman dalam keterangannya, Jumat (15/3).


Kendati diprediksi suaranya di Pileg 2019 akan tergerus, PPP tak khawatir. Anggota Majelis Tinggi PPP Hasrul Azwar menyatakan partai berlambang Kakbah itu tetap optimistis terkait elektabilitas. Apalagi PPP memiliki pengalaman politik yang panjang.

"Kami dari dulu diajarkan optimis. Jadi tidak ada kekhawatiran, selalu optimis dan kami sudah berpengalaman untuk itu," kata Hasrul di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/3).

"Tidak ada kekhawatiran bagi kami terkait elektabilitas. PPP sudah teruji," imbuh dia.


Berikut hasil survei tersebut:

1. Indikator
Waktu: 1-6 September 2018.
Jumlah responden: 1.220 orang
Hasil:

PDIP: 22,9%
Golkar: 11,4%
Gerindra: 10,7%
Demokrat: 6,8%
PKB: 6,2%
PKS: 4,0%
PPP: 3,7%
NasDem: 3,4%
Perindo: 2,5%
PAN: 2,0%
Hanura: 0,8%
PSI: 0,2%
PBB: 0,2%
Garuda: 0,2%
PKPI: 0,2%
Berkarya: 0,0%

2. Polmark Indonesia
Waktu: Oktober 2018-Februari 2019
Jumlah responden: 32.560 orang
Hasil:

PDIP: 28,6%
Gerindra: 14,1%
Golkar: 13,3%
PKB: 11,5%
Demokrat: 6,9%
PAN: 5,9%
NasDem: 5,6%
PKS: 4,6%
PPP: 4,5%
Perindo: 2%
Hanura: 1,1%
PSI: 0,6%
PBB: 0,5%
Berkarya: 0,4%
PKPI: 0,2%
Garuda: 0,1%

3. LSI Denny JA
Waktu: 18-25 Januari 2019
Jumlah responden: 1.200 orang
Hasil:

PDIP: 23,7%
Gerindra: 14,6%
Golkar: 11,3%
PKB: 8,2%
Demokrat: 5,4%
NasDem: 4,5%
PKS: 4,0%
Perindo: 3,6%
PPP: 3,5%
PAN: 1,5%
Hanura: 0,5%
PSI: 0,4%
Garuda: 0,3%
Berkarya: 0,1%
PBB: 0,0%
PKPI: 0,0%
Tidak Tahu/Tidak Jawab/Belum Memutuskan: 18,4%

4. Roda Tiga Konsultan
Waktu: 28 Januari-15 Februari 2019
Jumlah responden: 1.610 orang
Hasil:

PDIP: 22,1%
Gerindra: 13,7%
Golkar: 11,2%
PKB: 8,0%
Demokrat: 7,2%
PPP: 4,1%
PKS: 4,0%
NasDem: 3,7%
PAN: 1,9%
Hanura: 1,1%
Perindo: 0,7%
PBB: 0,4%
Berkarya: 0,3%
PSI: 0,3%
Garuda: 0,1%
PKPI: 0,1%
Undecided Voters: 20,9%

5. Konsep Indonesia
Waktu: 17-24 Februari 2019
Jumlah responden: 1.200 orang
Hasil:

PDIP 26,0%
Gerindra 12,8%
Golkar 9,3%
PKB 6,2%
Demokrat 3,9%
PAN 3,8%
NasDem 3,2%
PKS 2,8%
PPP 2,2%
Hanura 1,2%
Perindo 1,2%
Berkarya 0,4%
PSI 0,2%
Garuda 0,2%
PBB 0,1%
PKPI 0,1%
Undecided voters 26,4%

6. Alvara
Waktu: 22 Februari-2 Maret 2019
Jumlah responden: 1.200 orang
Hasil:

PDIP: 28,6%
Gerindra: 18,1%
Golkar: 9,5%
PKB: 7,5%
Demokrat: 5,5%
PKS: 3,7%
NasDem: 3,2%
PPP: 3,1%
PAN: 2,1%
Perindo: 1,5%
PSI: 1,0%
Hanura: 0,3%
Berkarya: 0,2%
Garuda: 0,2%
PKPI: 0,2%
PBB: 0,1%
Belum Memutuskan: 15,2%

7. Voxpol Center Research and Consulting
Waktu: 24 Februari-6 Maret 2019
Jumlah responden: 1.220 orang
Hasil:

PDIP: 26,5%
Gerindra: 14,2%
Golkar: 10,6%
PKB: 8,4%
Demokrat 6,7%
NasDem 5,5%
PKS 4,9%
PAN 4,5%
PPP 4,1%
Perindo 3,5%
Hanura 1,1%
PBB 0,8%
Berkarya 0,7%
PSI 0,5%
Garuda 0,4%
PKPI 0,3%
Undecided voters: 7,3%

8. Indometer
Waktu: 1-7 Maret 2019
Jumlah responden: 1.280 orang
Hasil:

PDIP: 23,5%
Gerindra: 13,4%
Golkar: 10,2%
PKB: 8,9%
Demokrat: 6,3%
NasDem: 4,1%
PPP: 3,9%
PAN: 3,7%
PSI: 3,6%
PKS: 3,4%
Perindo: 2,8%
Hanura: 1,1%
PBB: 0,9%
PKPI: 0,8%
Berkarya: 0,5%
Garuda: 0,2%
Tidak tahu/tidak jawab: 12,7%


Saksikan juga video 'Plt Ketum PPP Minta Kader Bangkit dari Cobaan Mahadahsyat':

[Gambas:Video 20detik]


(mae/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed