DetikNews
Sabtu 16 Maret 2019, 15:18 WIB

Romahurmuziy Jadi Tersangka, Waketum: PPP Solid dalam Bimbingan Ulama

Ferdinan - detikNews
Romahurmuziy Jadi Tersangka, Waketum: PPP Solid dalam Bimbingan Ulama Waketum PPP M Arwani Thomafi (kiri) dan Sekjen PPP (Arsul Sani). (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketum PPP Muhamad Arwani Thomafi menyatakan prihatin terhadap Romahurmuziy, yang ditetapkan sebagai tersangka suap dugaan jual-beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

"PPP sebagai partai yang dilahirkan dari ulama dan umat Islam memastikan akan terus berkhidmat kepada umat dan bangsa dengan senantiasa berharap bimbingan dan tuntunan para ulama di bawah pimpinan Ketua Majelis Syariah PPP KH Maimoen Zubair," kata Arwani Thomafi dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/3/2019).

Pengurus Pusat PPP, sambung Arwani, menyeru seluruh struktur partai dan kader fokus pada konsolidasi. Selain itu, pengurus diminta menggelar istigasah.





"Selama sebulan ke depan, untuk fokus konsolidasi dan secara rutin menggelar istigasah permohonan perlindungan dan keistikamahan dalam berjuang melalui PPP sebagaimana dicita-citakan para ulama pendiri PPP 48 tahun silam. Semoga Allah SWT meridhoi dan melindungi perjuangan kita semua," tutur dia.

Ketum PPP Romahurmuziy ditetapkan sebagai tersangka penerima suap total Rp 300 juta. Diduga Romahurmuziy membantu seleksi jabatan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.





Muafaq dan Haris juga ditetapkan KPK sebagai tersangka. Muafaq diduga memberi duit Rp 50 juta pada Jumat (15/3) ke Rommy, sedangkan Haris diduga menyetor duit Rp 250 juta ke Rommy pada 6 Februari 2019.





"Diduga terjadi kerja sama pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan HRS dalam proses seleksi jabatan tinggi Kementerian Agama RI tersebut," kata Syarif.

Rommy dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.




Saksikan juga video 'Rommy Jadi Tersangka, PPP: Kami Mohon Maaf Sebesar-besarnya':

[Gambas:Video 20detik]


(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed